BATANG — Citra rumah subsidi di Kabupaten Batang terus bertransformasi. Pengembang Perumahan Mutiara Batang tidak hanya membangun tembok dan atap, tetapi juga menghadirkan ekosistem tempat tinggal yang lebih layak bagi keluarga pekerja industri.
Kepala Marketing Mutiara Batang, Aryo, mengatakan bahwa perubahan ini terjadi beriringan dengan melonjaknya kebutuhan hunian akibat perkembangan KITB. "Sekarang rumah subsidi bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga menghadirkan fasilitas yang nyaman bagi keluarga," ujarnya, Sabtu (27/6/2026).
Di atas lahan puluhan hektare, pengembang menargetkan pembangunan sekitar 1.350 unit rumah. Agar lebih diminati, kawasan ini dilengkapi sejumlah fasilitas penunjang yang jarang ditemukan di perumahan subsidi generasi sebelumnya.
Kehadiran KITB sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Jawa Tengah menciptakan efek domino pada sektor properti. Ribuan tenaga kerja yang pindah ke Batang membutuhkan tempat tinggal dengan akses cepat ke pabrik, namun tetap terjangkau.
Pengembang pun berlomba menyediakan unit dengan spesifikasi yang lebih baik. "Dulu orang pikir rumah subsidi pasti sempit dan tidak nyaman. Sekarang kami buktikan dengan kualitas jalan dan keamanan yang setara perumahan komersial," kata Aryo.
Proses administrasi pembelian rumah subsidi ini difasilitasi oleh perbankan, termasuk BRI, yang memberikan kemudahan kredit pemilikan rumah (KPR) bagi calon pembeli. Langkah ini dinilai strategis untuk mempercepat serapan unit di tengah tingginya permintaan dari pekerja KITB.
Hingga saat ini, pengembang terus melakukan pemasaran secara bertahap. Dengan total target 1.350 unit, Mutiara Batang menjadi salah satu proyek hunian berskala besar yang mengubah peta permukiman di wilayah barat Jawa Tengah tersebut.