KEBUMEN — Puluhan mahasiswa asing yang tengah menempuh pendidikan di Indonesia meramaikan Karangbolong Culture Festival 2026. Mereka berasal dari Afghanistan, Kolombia, Mesir, Ghana, Kenya, Madagaskar, Malawi, Malaysia, Pakistan, Peru, Rwanda, Tanzania, Timor Leste, Yaman, dan Zimbabwe.
Selama dua hari, para peserta diajak menyusuri kekayaan geologi dan hayati Geopark Kebumen. Perjalanan dimulai dari Galeri Geopark Kebumen untuk memahami sejarah geologi kawasan, lalu berlanjut ke geosite Pantai Karangbolong – Sagara View yang menampilkan bentang alam hasil proses geologi jutaan tahun.
Rombongan juga mengunjungi biosite Konservasi Penyu Jogosimo untuk melihat langsung upaya pelestarian satwa dan ekosistem pesisir. Kawasan ini menjadi salah satu andalan Geopark Kebumen dalam aspek keanekaragaman hayati.
Suasana keakraban tercipta dalam welcoming dinner yang mempertemukan mahasiswa asing dengan anggota Youth Forum Geopark Kebumen. Diskusi dan pertukaran pengalaman lintas budaya berlangsung hangat, membuka peluang kolaborasi riset dan promosi pariwisata ke depan.
Puncak acara festival menampilkan sendratari kolosal “The Tales of Karangbolong” yang mengangkat legenda lokal. Sebagian mahasiswa bahkan ikut ambil bagian dalam Kebumen Geopark Trail Run Ultra 2026, ajang lari lintas alam bertaraf internasional yang melintasi kawasan geopark.
Kehadiran puluhan mahasiswa tersebut merupakan strategi promosi jangka panjang. Melalui pengalaman langsung berinteraksi dengan masyarakat dan budaya lokal, mereka diharapkan menjadi duta yang menyebarkan cerita tentang keindahan dan keramahan Kebumen di negara asal masing-masing.
Karangbolong Culture Festival 2026 membuktikan bahwa Geopark Kebumen tidak hanya kaya akan warisan geologi, tetapi juga mampu menyelenggarakan wisata budaya yang inklusif, edukatif, dan berdaya saing global.