WONOGIRI — Sebuah cincin akik berubah menjadi masalah serius bagi Suparno (44), warga Lingkungan Pudak RT 1 RW 5, Kelurahan Wuryantoro, Wonogiri. Cincin berbahan monel yang dikenakannya tidak bisa dilepaskan dari jari, memaksa petugas Damkar melakukan pemotongan di RSUD Soediran Mangun Sumarso Giriwono.
Operasi evakuasi berlangsung pada malam hari, mulai pukul 23.30 WIB hingga sekitar 01.30 WIB. Damkar menerjunkan delapan personel Regu 1 untuk memastikan proses berjalan aman tanpa menimbulkan cedera tambahan pada pasien.
Koordinator Lapangan Damkar Wonogiri, Sriyanto Kembo, menjelaskan bahwa petugas bertindak setelah menerima permintaan bantuan dari pasien melalui RSUD setempat. Sebelum melakukan pemotongan, Damkar berkoordinasi dengan tenaga medis untuk memastikan keselamatan pasien.
“Petugas harus bekerja dengan penuh ketelitian karena ruang antara cincin dan kulit jari sangat sempit. Kesalahan sekecil apa pun berpotensi melukai jari pasien,” ujar Sriyanto mewakili Kepala Bidang Damkar Wonogiri Joko Prayitno dan Kepala Satpol PP Wonogiri Joko Susilo.
Material monel dikenal memiliki kekuatan tinggi sehingga memerlukan teknik dan peralatan khusus agar cincin dapat dipotong tanpa membahayakan pemakainya. Proses evakuasi akhirnya berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Delapan personel Regu 1 Damkar Wonogiri yang bertugas dalam operasi ini antara lain Sukatman, Ayiep Donni Listria Sakti, Aprianto Purnomo Hadi, Andrie Budi Atmojo, Effendi Agus Nugroho, Arif Prasetyo, Eko Widodo, dan Ahmad Setyo Utomo.
Damkar Wonogiri mencatat bahwa insiden seperti ini bukan pertama kali terjadi. Selain menangani kebakaran, petugas juga kerap melakukan operasi penyelamatan seperti evakuasi hewan liar, penyelamatan korban kecelakaan, hingga membantu pelepasan cincin yang macet akibat pembengkakan jari.
Kejadian ini menjadi pengingat agar masyarakat tidak memaksakan memakai cincin yang sudah terasa sempit. Jika jari mulai membengkak dan cincin sulit dilepas, sebaiknya segera meminta bantuan tenaga medis atau petugas yang memiliki peralatan khusus agar tidak menimbulkan cedera yang lebih serius.