4 SD Negeri di Grobogan Nihil Murid Baru, 74 Sekolah Lain Terima Kurang dari 10 Siswa

Penulis: Gunawan Susilo  •  Senin, 06 Juli 2026 | 23:44:15 WIB
Empat SD Negeri di Grobogan tidak menerima pendaftar baru pada tahun ajaran 2026.

GROBOGAN — Fenomena sepinya peminat di sekolah dasar negeri kembali terjadi di wilayah Jawa Tengah. Pada penerimaan murid baru tahun ajaran 2026, empat SD Negeri di Kabupaten Grobogan tercatat tidak memiliki satu pun pendaftar.

Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Grobogan, M Irfan, mengungkapkan keempat sekolah tersebut adalah SDN 4 Dimoro di Kecamatan Toroh, SDN 3 Juworo di Kecamatan Geyer, SDN 3 Prigi di Kecamatan Kedungjati, dan SD Pesantren Unggulan Miftahus Saadah di Kecamatan Wirosari.

Dua Sekolah Masuk Rencana Regrouping

Dari empat sekolah yang nihil pendaftar, dua di antaranya sudah masuk dalam peta penggabungan atau regrouping. Irfan menyebutkan SDN 4 Dimoro dan SDN 3 Juworo telah direncanakan untuk digabung dengan sekolah terdekat.

“Kalau ada siswanya kan nanti juga ikut ke sekolah lain,” kata Irfan, Senin 6 Juli 2026.

Menurutnya, regrouping tidak berarti menutup akses pendidikan. Para siswa yang tersisa di sekolah tersebut nantinya akan dipindahkan ke sekolah induk sehingga kegiatan belajar mengajar tetap berjalan.

74 SD Hanya Kebagian Kurang dari 10 Murid

Persoalan minimnya pendaftar tidak hanya terjadi di empat sekolah tersebut. Dinas Pendidikan Grobogan mencatat, dari sekitar 800 SD di bawah naungannya, sebanyak 74 sekolah hanya menerima kurang dari sepuluh murid baru. Bahkan, 18 SD di antaranya hanya mendapat kurang dari lima siswa.

Rinciannya, satu SD di Kecamatan Geyer hanya memperoleh dua murid baru. Enam SD lainnya hanya menerima tiga murid, empat SD mendapat empat murid, dan satu SD memperoleh lima murid.

Orang Tua Lebih Pilih Sekolah Swasta Berbasis Agama

Irfan menjelaskan, ada beberapa faktor yang menyebabkan sepinya peminat di sekolah negeri. Selain penurunan jumlah anak usia sekolah, persaingan dengan sekolah swasta berbasis agama disebut menjadi penyebab utama.

“Untuk SD yang di Wirosari itu ada program boarding, kabarnya diwajibkan. Kabarnya murid kurang betah, akhirnya tidak ada pendaftar,” pungkasnya.

Faktor lain yang turut memengaruhi adalah lokasi sekolah yang berada di wilayah terpencil serta maraknya program boarding school di sejumlah SD swasta yang dinilai lebih menarik bagi orang tua.

Dinas Beri Kelonggaran Pendaftaran Hingga Awal Ajaran Baru

Meski menghadapi kondisi tersebut, Dinas Pendidikan Grobogan belum berencana menutup sekolah-sekolah yang kekurangan murid. Irfan menegaskan pihaknya masih memberikan kesempatan kepada sekolah untuk menerima pendaftaran secara langsung hingga awal tahun ajaran baru.

“SD yang masih minim muridnya boleh membuka pendaftaran sampai masuk ajaran baru secara langsung,” ujarnya.

Sebagai catatan, SDN 4 Dimoro sebelumnya sempat menjadi sorotan pada 2024 lalu. Saat itu, sekolah tersebut hanya menerima satu murid baru. Namun, siswi tersebut meninggal dunia diduga akibat tenggelam di sungai desa setempat.

Reporter: Gunawan Susilo
Sumber: beritajateng.tv This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top