PATI — Tunggakan Beasiswa Garuda yang tak kunjung cair selama tiga bulan membuat 183 mahasiswa kurang mampu dan berprestasi di Kabupaten Pati cemas. Kekhawatiran itu terjawab setelah Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Chandra Risma Ardhi, secara langsung memastikan bantuan biaya hidup akan mulai dikirimkan pekan depan.
Chandra menjelaskan bahwa keterlambatan pencairan bukan karena program dihentikan. Dana dari Corporate Social Responsibility (CSR) sejumlah perusahaan baru masuk pada akhir Juni hingga awal Juli 2026, sehingga proses penyaluran tertunda.
Selama ini, pendanaan Beasiswa Garuda sepenuhnya mengandalkan kontribusi CSR. Akibatnya, pencairan rentan tersendat jika penerimaan dana dari perusahaan tidak tepat waktu. Chandra menyebut pihaknya tengah menyiapkan dasar hukum agar ke depan program bisa didukung Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
"Rencana minggu depan sudah kita laksanakan pengiriman tiga bulan yang tertunda. Untuk tiga tahun ke depan hak mereka akan tetap didapatkan sebagaimana sebelumnya. Kami juga sedang memperbaiki regulasi agar program ini semakin kuat dan berkelanjutan," kata Chandra dalam audiensi di Ruang Kembangjoyo, Senin.
Pemkab Pati telah berkoordinasi dengan Bank Jateng dan Baznas Kabupaten Pati untuk mempercepat penyaluran bantuan. Pimpinan Bank Jateng Cabang Koordinator Pati, Pramudjianto, menegaskan pihaknya tetap mendukung program tersebut.
"Dari total alokasi CSR Bank Jateng tahun 2026 sebesar Rp1,5 miliar untuk berbagai kegiatan sosial, beasiswa bagi mahasiswa kurang mampu dan berprestasi tetap menjadi salah satu prioritas sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya.
Pendamping orang tua mahasiswa, Dedi Gunawan, menyambut baik hasil audiensi. Menurutnya, kepastian pencairan menjadi kabar yang dinanti-nanti setelah bantuan biaya hidup tak kunjung diterima selama tiga bulan terakhir.
Chandra menambahkan bahwa Pemkab Pati tidak ingin program ini terus bergantung pada dana CSR. Dengan regulasi yang lebih kuat, keberlangsungan Beasiswa Garuda diharapkan lebih terjamin pada tahun-tahun mendatang. (*)