PEMALANG — Teguh, pemilik Toko Istra Pemalang, angkat bicara menanggapi isu yang beredar di masyarakat. Ia menegaskan bahwa tokonya tidak memiliki perjanjian eksklusif dengan sekolah-sekolah di Kabupaten Pemalang dalam penjualan bahan seragam.
"Kita kayak jualan biasa, jadi bebas, kalau mau beli di kami ya monggoh. Enggak ada yang namanya kerjasama dengan sekolah-sekolah, enggak ada," ujar Teguh kepada puskapik.com, Senin (6/7/2026).
Teguh menjelaskan, setiap tahun menjelang tahun ajaran baru, tokonya selalu menyediakan stok bahan seragam nasional, pramuka, hingga batik identitas sekolah. Untuk motif batik, pihaknya terlebih dahulu mencari tahu corak khas masing-masing sekolah sebelum memesan bahan tekstil dari Bandung.
"Jadi kita cari tahu motif seragam batik beberapa sekolah di Pemalang, lalu kita pesan bahan tekstilnya di Bandung," tuturnya.
Saat ini, Toko Istra hanya melayani pembelian dalam bentuk paket yang berisi tiga jenis seragam sekaligus: nasional, pramuka, dan batik. Menurut Teguh, kebijakan itu diambil untuk memudahkan orang tua murid yang ingin membeli secara lengkap.
"Kita enggak berani lepas satuan, karena nanti untuk yang beli komplit kesulitan juga," ujarnya.
Namun, Teguh memastikan pihaknya sudah memesan kembali bahan seragam identitas dari Bandung. Rencananya, stok baru akan tiba pada 15 Juli mendatang. Setelah itu, pembelian secara eceran atau satuan akan dilayani.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikpora) Kabupaten Pemalang, Supa'at, juga memberikan klarifikasi. Ia menegaskan tidak pernah menginstruksikan sekolah-sekolah untuk mengarahkan siswa baru membeli seragam di toko tertentu.
Pernyataan Teguh dan Supa'at ini sekaligus meredam spekulasi yang berkembang di kalangan wali murid mengenai adanya praktik monopoli dalam pengadaan seragam sekolah di Pemalang.