Toyota Nilai Pikap PHEV Belum Siap Kerja Berat, Baterai Kurangi Daya Angkut Hilux

Penulis: Gunawan Susilo  •  Kamis, 09 Juli 2026 | 04:37:01 WIB
Toyota menunda peluncuran Hilux PHEV karena baterai berat mengurangi daya angkut dan tarik.

JAWA TENGAH — Senior Manager Product Planning and Pricing Toyota Australia, Ray Munday, secara gamblang membeberkan alasan pabrikan Jepang itu belum juga meluncurkan Hilux PHEV di tengah gempuran rival asal China. Menurutnya, bobot ekstra dari baterai menjadi masalah krusial yang belum bisa diatasi.

"Teknologi yang ada saat ini belum mampu memenuhi standar kami terkait kemampuan menarik beban berat yang diharapkan pelanggan Hilux," ujar Munday dikutip dari Carscoops, Rabu (8/7).

Daya Angkut dan Tarik Anjlok Akibat Bobot Baterai

Kekhawatiran Toyota bukan tanpa dasar. Hilux versi diesel saat ini sanggup menarik beban hingga 3.500 kilogram dengan daya angkut sekitar 1 ton. Angka itu menjadi tolok ukur utama bagi pengguna pikap untuk pekerjaan berat.

Namun, performa itu sulit ditiru oleh versi elektrifikasi. Buktinya, Hilux BEV (battery electric vehicle) yang sudah diperkenalkan hanya memiliki kapasitas towing 2.000 kg. Artinya, ada penurunan drastis hingga 1.500 kg dari versi diesel.

"Hal itu mengurangi kapasitas angkut (payload) sekaligus kemampuan menarik beban (towing)," tambah Munday.

Fokus PHEV untuk Mobil Penumpang dan SUV Dulu

Sembari menunggu terobosan teknologi baterai yang lebih ringan dan padat, Toyota memilih memprioritaskan pengembangan PHEV untuk mobil penumpang dan SUV. Segmen ini dinilai lebih toleran terhadap tambahan bobot karena tidak terlalu bergantung pada kapasitas muatan maksimal.

Untuk Hilux sendiri, Toyota tetap mengandalkan mesin diesel konvensional dan sistem mild hybrid. Dalam waktu dekat, pabrikan asal Jepang itu juga bersiap meluncurkan versi fuel cell electric vehicle (FCEV) dalam dua tahun ke depan.

Keputusan ini menunjukkan bahwa Toyota tidak mau terburu-buru mengikuti tren elektrifikasi di segmen pikap, terutama jika harus mengorbankan fungsi utama kendaraan niaga tersebut.

Reporter: Gunawan Susilo
Sumber: oto.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top