REMBANG — Pemerintah Kabupaten Rembang berencana menambah kuota beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa pada tahun anggaran mendatang. Langkah ini mendapat dukungan penuh dari DPRD setempat yang siap menggelontorkan dana tambahan jika alokasi saat ini dinilai belum mencukupi.
Saat ini, Pemkab Rembang mengalokasikan anggaran beasiswa sebesar Rp 4,2 miliar. Namun, angka itu dipastikan masih bisa bertambah seiring meningkatnya jumlah penerima manfaat.
“Kalau ke depan kira-kira kurang, langsung kita tambah. Karena ini visi dan misi bupati yang harus terpenuhi,” tegas Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Rembang, Puji Santosa.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang, Achmad Sholchan, menjelaskan bahwa penambahan ini merupakan tindak lanjut arahan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti saat berkunjung ke Rembang beberapa waktu lalu.
“Dukungan pemerintah pusat diharapkan mampu memperkuat program peningkatan kualitas sumber daya manusia yang sedang dijalankan daerah,” katanya.
Pemkab tidak hanya mengandalkan APBD. Dindikpora akan segera menyusun dan mengajukan proposal resmi ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk mendapatkan tambahan dana dari APBN. Proses koordinasi akan difasilitasi oleh Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) agar lebih efektif.
“Nanti kami akan mengajukan usulan untuk tambahan beasiswa dengan anggaran APBN. Ditambah usulan penuntasan anak tidak sekolah,” ujar Achmad.
Selain beasiswa, Pemkab juga mendorong SMK Negeri 2 Rembang untuk segera mengajukan proposal bantuan ke pemerintah pusat. Sekolah ini memiliki program keahlian di bidang kelautan yang dinilai berpotensi besar mendapat dukungan nasional.
“Pak Bupati juga meminta kami berkoordinasi dengan Kepala SMK Negeri 2 yang memiliki jurusan kelautan untuk segera mengajukan bantuan kepada pemerintah pusat,” kata Achmad.
Program beasiswa ini merupakan bagian dari visi Bupati Harno dan Wakil Bupati M. Hanies Cholil Barro’ melalui program “Satu Desa Satu Sarjana”. DPRD memastikan anggaran untuk program ini harus penuh dan tidak boleh terhambat.
“Minggu (12/7/2026) kami sudah berkomunikasi dengan TAPD dalam rapat Banggar. Anggaran itu harus full,” tegas Puji.
“Kita sepakat mencerdaskan anak bangsa sehingga generasi muda di Kabupaten Rembang harus siap,” pungkasnya.