Selain untuk menghitung jodoh, weton dalam primbon Jawa juga kerap dipakai untuk menentukan hari baik memulai kegiatan penting, seperti pindah rumah, membuka usaha, atau memulai pekerjaan baru. Tradisi ini masih dijalankan sebagian masyarakat di Jawa Tengah hingga kini.
Perhitungan hari baik biasanya mempertimbangkan weton pemilik rumah atau usaha, dipadukan dengan hari dan pasaran yang dianggap membawa keberuntungan dalam kalender Jawa.
Bagi sebagian orang, tradisi ini dijalankan bukan semata soal ramalan, melainkan bentuk kehati-hatian dan penghormatan terhadap warisan leluhur sebelum memulai babak baru dalam hidup.
Dalam primbon Jawa, hari Kamis dan Sabtu dengan pasaran Legi atau Kliwon kerap disebut sebagai kombinasi yang baik untuk pindah rumah, karena dipercaya membawa ketenteraman bagi penghuni baru.
Sebaliknya, hari-hari dengan neptu yang dianggap "berat" biasanya dihindari untuk kegiatan besar seperti pindahan, karena dipercaya dapat memunculkan hambatan yang tidak diinginkan.
Untuk memulai usaha, weton pemilik usaha turut diperhitungkan agar selaras dengan hari yang dipilih, dengan harapan usaha berjalan lancar dan membawa rezeki yang baik.
Terlepas dari keyakinan masing-masing, tradisi menghitung hari baik ini tetap menjadi bagian dari kekayaan budaya Jawa yang diwariskan lintas generasi hingga saat ini.