JAWA TENGAH — Duel Inggris vs Argentina di semifinal Piala Dunia 2026 menjadi panggung pertama bagi Lionel Messi untuk merasakan atmosfer pertandingan melawan Three Lions di level tim nasional. Namun, jika melihat sejarah, mega bintang Inter Miami itu sudah sangat akrab dengan sepak bola Inggris. Selama berkarier di Barcelona dan Paris Saint-Germain, Messi telah berkali-kali berhadapan dengan klub-klub Premier League di kompetisi Eropa.
Messi tercatat telah tampil dalam delapan pertandingan melawan wakil Premier League. Dari delapan laga tersebut, ia berhasil mencetak enam gol. Jumlah itu menunjukkan bahwa Messi bukanlah pemain yang gentar menghadapi gaya bermain fisik dan cepat khas Inggris.
Dari seluruh pertemuan itu, Arsenal menjadi klub yang paling sering ia hadapi, yakni tiga kali. Messi juga pernah bertemu dengan Manchester United, Manchester City, Chelsea, Liverpool, dan Tottenham Hotspur di berbagai ajang seperti Liga Champions dan Piala Super Eropa.
Salah satu momen paling berkesan terjadi pada final Liga Champions 2009 dan 2011. Di final 2009, Messi mencetak gol sundulan yang menentukan kemenangan Barcelona atas Manchester United. Dua tahun berselang, ia kembali membobol gawang Edwin van der Sar di Wembley, memastikan trofi Si Kuping Besar keempat bagi Blaugrana.
Arsenal juga menjadi korban keganasan Messi. Ia mencetak hat-trick brilian di leg kedua perempat final Liga Champions 2010 yang berakhir 4-1. Total, dari tiga laga kontra The Gunners, Messi mengemas empat gol.
Meski rekor melawan klub Premier League impresif, laga melawan Timnas Inggris di semifinal Piala Dunia punya cerita berbeda. Ini akan menjadi ujian pertama Messi melawan Inggris di level internasional. Argentina dan Inggris sendiri memiliki sejarah rivalitas yang panjang, terutama sejak Piala Dunia 1986 dan 1998.
Dengan performa apik Inter Miami di MLS dan pengalaman melawan pemain-pemain Inggris di klub, Messi diyakini akan menjadi ancaman utama bagi pertahanan Three Lions. Laga ini akan menjadi salah satu partai paling dinanti di Piala Dunia 2026.