SURAKARTA — Ribuan peserta tidak sekadar berjalan santai sejauh 2,7 kilometer mengelilingi Stadion Manahan. Mereka membawa semangat memperkuat koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan di tengah berbagai tantangan usaha kecil.
Peserta terdiri dari perangkat Dinas Koperasi dan UKM, koperasi swasta, hingga Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Mereka berasal dari seluruh wilayah Jateng, mulai dari Brebes hingga Cilacap.
Sekda Jawa Tengah Sumarno mewakili Gubernur Ahmad Luthfi melepas peserta Runwalk. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa kebangkitan koperasi tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah.
"Mudah-mudahan dengan kita memperingati ke-79 ini, menjadi momentum awal kita bersama-sama membangun koperasi yang kuat, koperasi yang benar-benar menyejahterakan para anggota," kata Sumarno didampingi Wali Kota Surakarta Respati Ardianto.
Sumarno mengajak dunia usaha, akademisi, dan masyarakat ikut mendukung gerakan koperasi. "Pemerintah lagi pingin menghidupkan koperasi. Mari kita sengkuyung bareng-bareng. Koperasi tidak bisa berkembang tanpa dukungan dari semua pihak," tegasnya.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jateng Desi Arijani menjelaskan, Runwalk UMKM menjadi penutup seluruh rangkaian peringatan Hari Koperasi ke-79 tingkat provinsi. Sebelumnya, berbagai kegiatan sudah digelar, antara lain pameran produk koperasi dan UMKM, sarasehan, tirakatan, serta gelar budaya.
Desi mengapresiasi dukungan perangkat daerah, instansi vertikal, gerakan koperasi, dunia usaha, dan akademisi yang menyukseskan rangkaian acara. Ia berharap semangat kolaborasi yang terbangun mampu memperkuat transformasi koperasi.
"Kami berharap agar sinergi pemerintah dan gerakan koperasi akan terus terjalin, demi mewujudkan perekonomian Jawa Tengah yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan. Koperasi berdaya, Indonesia berjaya," ujar Desi.
Jawa Tengah dikenal sebagai salah satu provinsi dengan jumlah koperasi aktif terbanyak di Indonesia. Peringatan tahun ini menjadi ajang evaluasi sekaligus mendorong koperasi agar lebih adaptif dan profesional.
Pemerintah provinsi terus mendorong digitalisasi koperasi dan memperkuat peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai ujung tombak ekonomi di tingkat desa. Dengan kolaborasi lintas sektor, diharapkan koperasi mampu menjadi solusi bagi pelaku UMKM yang kesulitan akses permodalan dan pemasaran.