KEBUMEN — Intervensi terpadu yang dilakukan Pemprov Jateng di Desa Ayamputih mulai menunjukkan hasil nyata. Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat menghadiri Festival Pangan di desa tersebut, Selasa (14/7/2026), menyaksikan langsung perkembangan ekonomi warga yang mulai bangkit.
Konsep Program Desa Dampingan, menurut Taj Yasin, tidak sekadar menyalurkan bantuan. Lebih dari itu, program ini memastikan masyarakat mampu mengembangkan potensi ekonomi secara berkelanjutan melalui pendampingan dan kolaborasi lintas sektor.
"Ini adalah bagian dari program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, yaitu Desa Dampingan. OPD mendampingi mulai dari UMKM, kelompok usaha, baik perorangan maupun kelompok," kata Taj Yasin.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah, Widi Hartanto, menjelaskan pendampingan di Desa Ayamputih telah berjalan sejak 2025. Program ini merupakan bagian dari percepatan penanggulangan kemiskinan dan penguatan ketahanan pangan berbasis desa.
Sepanjang tahun lalu, total bantuan yang masuk ke desa ini mencapai Rp492,81 juta. Bantuan tersebut berasal dari kolaborasi berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), Baznas, dan CSR. Cakupannya meliputi subsidi pangan dan energi bagi keluarga miskin, rehabilitasi 10 unit RTLH, pembangunan sanitasi, bantuan modal usaha, bibit tanaman produktif, hingga edukasi konsumsi pangan bergizi.
Pada 2026, program berlanjut dengan cakupan lebih luas. Bantuan diberikan untuk pengembangan usaha mikro, kelompok usaha bersama, budidaya bebek petelur, pembangunan sembilan jamban keluarga, serta rehabilitasi lima unit RTLH senilai Rp100 juta.
Momen penting dalam Festival Pangan adalah penandatanganan kerja sama antara BUMDes Ayamputih dan PT Jateng Agro Berdikari (JTAB). Kemitraan ini diharapkan menjamin keberlanjutan usaha peternakan ayam petelur di desa tersebut.
Taj Yasin menekankan, kerja sama tersebut harus diperkuat dengan memastikan hasil peternak lokal terserap oleh program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Kita pastikan apa yang diarahkan Pak Gubernur, SPPG Jawa Tengah harus beli telur dari Jawa Tengah, harus beli ayam dari Jawa Tengah supaya masyarakat kita bisa tumbuh bersama," tegasnya.
Festival Pangan di Desa Ayamputih tidak hanya menjadi ajang seremonial. Berbagai layanan publik turut dihadirkan bagi masyarakat, mulai dari Gerakan Pangan Murah, pemeriksaan kesehatan gratis, layanan administrasi kependudukan, Samsat Keliling, hingga konsultasi perizinan usaha (NIB).
Kehadiran layanan-layanan ini menjadi bukti bahwa intervensi Pemprov Jateng tidak hanya berfokus pada aspek ekonomi, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup warga secara menyeluruh.