Lonjakan Penjualan Seragam Sekolah di Kudus Tembus 70 Persen, Pedagang Pilih Tahan Harga Demi Lawan Toko Online

Penulis: Gunawan Susilo  •  Selasa, 14 Juli 2026 | 22:54:01 WIB
Pembeli memadati toko perlengkapan sekolah di Kudus menjelang tahun ajaran baru 2026/2027.

KUDUS — Memasuki tahun ajaran baru 2026/2027, toko perlengkapan sekolah di Kabupaten Kudus mulai diserbu pembeli. Salah satu pusat keramaian terlihat di toko milik Dedy Wijayanto di Jalan Jendral Sudirman, tepat di depan SMP 2 Kudus. Ia mencatat lonjakan penjualan yang sangat signifikan dibanding hari-hari biasa.

“Biasanya setiap Juni hingga Juli memang ada kenaikan penjualan, persentasenya hampir 70 persen dibanding hari-hari biasa,” ujar Dedy saat ditemui di tokonya, Selasa (14/7).

Seragam OSIS Jadi Komoditas Paling Diburu

Menurut Dedy, komoditas yang paling diburu saat ini adalah seragam OSIS untuk siswa baru, khususnya jenjang Sekolah Dasar (SD). Sementara untuk seragam dan perlengkapan Pramuka, biasanya baru akan dicari setelah kegiatan belajar mengajar (KBM) aktif berjalan.

Selain melayani pembeli eceran yang datang langsung, toko Dedy juga menyediakan atribut lengkap seperti topi, sabuk, dasi, hingga badge sekolah. Ia bahkan menerima pemesanan kolektif dari pihak sekolah melalui sistem pre-order (PO), serta memasok barang ke sejumlah reseller.

Strategi Tahan Harga di Tengah Persaingan Digital

Menariknya, meski biaya bahan baku dan pengadaan barang merangkak naik, Dedy memilih untuk tidak menaikkan harga jual. Langkah ini diambil sebagai strategi menghadapi gempuran pasar digital.

“Harga tidak kami naikkan karena sekarang persaingan dengan toko online cukup ketat. Akhirnya kami memilih menekan margin keuntungan agar pelanggan tetap membeli di toko kami,” jelasnya.

Untuk memperluas jangkauan, Dedy kini juga merambah ranah digital dengan melayani pemesanan via WhatsApp. Pihaknya menyediakan opsi kurir instan untuk area Kudus dan jasa ekspedisi untuk pelanggan luar daerah.

Volume Penjualan Stabil, Momentum Tahunan Tetap Jadi Andalan

Meski pasar menjelang tahun ajaran baru ini sangat bergairah, Dedy menyebut volume penjualan tahun ini cenderung stabil dan setara dengan periode yang sama pada tahun lalu. Kendati demikian, momentum tahunan ini tetap menjadi tumpuan utama para pedagang lokal untuk mendongkrak omzet di tengah ketatnya persaingan usaha.

“Permintaan perlengkapan diprediksi akan kembali naik menjelang Hari Pramuka pada Agustus mendatang,” tutup Dedy.

Reporter: Gunawan Susilo
Sumber: jatengpos.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top