Pemkab Kudus Siapkan Dua Terminal untuk Dukung Trans Jekuti, Target Operasional 2028

Penulis: Faizal Ramadhan  •  Rabu, 15 Juli 2026 | 15:33:01 WIB
Terminal Getaspejaten dan Terminal Mijen di Kudus disiapkan sebagai transit hub untuk mendukung operasional Trans Jekuti pada 2028.

KUDUS — Rencana pengoperasian Trans Jekuti mulai menemukan bentuk. Pemkab Kudus sudah mengidentifikasi dua titik yang siap difungsikan sebagai transit hub: Terminal Getaspejaten dan Terminal Mijen.

Kepala Bapperida Kabupaten Kudus, Sulistiyowati, mengungkapkan kedua terminal itu akan melayani perpindahan penumpang dari dan ke bus koridor Jepara-Kudus-Pati. "Kami bersama teman-teman Provinsi sudah mengidentifikasi secara singkat. Ada dua titik yang bisa difungsikan ganda, yaitu Terminal Getaspejaten dan Terminal Mijen," ujarnya, Selasa (14/1).

Kondisi Terminal Mijen Dinilai Lebih Siap

Dari hasil identifikasi, Terminal Mijen disebut tidak membutuhkan banyak intervensi fisik. Saat ini terminal tersebut sudah relatif bagus dan mayoritas melayani Angkutan Pedesaan. Pemkab hanya perlu menyiapkan fasilitas naik-turun penumpang yang memadai.

Sebaliknya, Terminal Getaspejaten membutuhkan perbaikan dan penataan yang cukup besar. Pemkab Kudus berencana memasukkan anggaran penataan ke dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2027 dengan alokasi di bawah Rp 200 juta.

"Penataan ini akan kami sinkronkan dengan Dishub Provinsi agar desainnya pas dan tidak bongkar pasang di kemudian hari," tambah Sulis.

Pemkab Ajak Swasta dan Lima Camat Berdiskusi

Untuk menyiasati keterbatasan APBD dalam pembangunan halte, Pemkab Kudus menerapkan strategi kombinasi. Pemerintah daerah akan merangkul sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

"Kudus ini memiliki banyak perusahaan besar. Kami akan coba kolaborasikan, misalnya koridor atau area mana yang bisa dihandle oleh CSR perusahaan. Sementara untuk penataan terminalnya tetap dibiayai oleh Pemkab," jelas Sulis.

Sebelumnya, Pemkab juga sudah mengundang lima camat di Kudus untuk berdiskusi langsung dengan perwakilan Bappeda dan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Tengah. Langkah ini menjadi bagian dari koordinasi awal sebelum komitmen formal diteken.

Komitmen Gubernur dan Tiga Bupati Diteken Dua Tahun Sebelum Operasional

Sesuai dokumen RPJMD, kesepakatan bersama (Memorandum of Understanding) antara Gubernur Jawa Tengah dengan tiga bupati terkait dijadwalkan diteken dua tahun sebelum pelaksanaan. Operasional koridor baru sendiri ditargetkan berjalan pada tahun 2028.

Soal armada, konsep awal dari provinsi memproyeksikan sebanyak 14 unit bus untuk koridor ini. Namun, jumlah tersebut masih akan dikaji ulang secara mendalam disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

Rute Masih Dikaji, Terminal Jetak Diproyeksikan Jadi Pusat Transit

Hingga saat ini, rute resmi Trans Jekuti belum diputuskan secara final. Keputusan masih menunggu kajian kelayakan komprehensif dari Dishub Provinsi Jawa Tengah.

Gambaran awal menunjukkan jalur bus kemungkinan besar masuk dari arah Semarang/Demak, lalu memecah rute ke arah barat (Jepara) dan timur (Pati). Terminal Jetak diproyeksikan menjadi titik pusat transit yang sangat strategis, terutama untuk mengurai kepadatan angkutan dari arah Grobogan.

"Ada opsi rute yang lewat jalur lingkar, ada juga yang masuk jalur kota. Untuk jalur Jepara, opsinya bisa lewat kota ke arah barat atau melalui rute Terminal Jetak lalu memotong lewat jalur lingkar. Semua keputusannya nanti menunggu hasil kajian dari tim provinsi," pungkas Sulistiyowati.

Reporter: Faizal Ramadhan
Sumber: jatengpos.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top