Perjuangan Nelayan Pati Berbuah Manis, Presiden Prabowo Setujui Subsidi BBM Rp15.000 Per Liter untuk Kapal 30-200 GT

Penulis: Gunawan Susilo  •  Rabu, 15 Juli 2026 | 20:08:31 WIB
Presiden Prabowo resmi menyetujui subsidi BBM Rp15.000 per liter untuk kapal nelayan berkapasitas 30-200 GT.

Subsidi ini berlaku spesifik untuk kapal nelayan dengan kapasitas 30–200 GT. Dengan adanya kebijakan ini, para pemilik kapal tidak perlu lagi membeli BBM nonsubsidi yang harganya nyaris dua kali lipat. Selisih Rp12.000 per liter dinilai akan sangat meringankan biaya operasional melaut, terutama bagi nelayan Pati yang kerap berlayar hingga ke perairan timur Indonesia.

Respons Ketua DPRD: Suara Nelayan Akhirnya Didengar

Ketua DPRD Pati Ali Badrudin menyambut baik keputusan tersebut. Ia menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan respons nyata pemerintah pusat terhadap tuntutan yang telah lama disuarakan.

“Alhamdulillah, aspirasi para nelayan Pati akhirnya didengar dan dikabulkan. Ini menjadi bukti bahwa suara masyarakat benar-benar diperjuangkan hingga membuahkan hasil,” ungkapnya, Rabu (15/7/2026).

Dari Aksi Massa hingga ke Meja Kementerian

Perjuangan ini berawal dari aksi ribuan nelayan di depan Kantor Bupati Pati pada 4 Mei 2026. Saat itu, Ali Badrudin yang menemui massa berjanji akan mengawal tuntutan hingga ke tingkat nasional. Komitmen itu ia wujudkan dengan menyampaikan langsung persoalan ini ke Kementerian Kelautan dan Perikanan, yang kemudian berujung pada keputusan dari Kementerian ESDM.

“Nelayan ini juga bayar pajak, jadi sudah seharusnya kita bantu mengawal aspirasi ini sampai ke pemerintah pusat,” tegas Ali saat menemui massa aksi pada 4 Mei lalu.

Dampak bagi Perekonomian Pesisir

Ali optimistis kebijakan harga khusus BBM ini akan menggerakkan kembali roda perekonomian masyarakat pesisir. Biaya operasional yang lebih ringan diyakini akan meningkatkan aktivitas melaut, memperkuat kesejahteraan nelayan, dan mendukung program prioritas pemerintah dalam memperkuat sektor perikanan nasional. Kebijakan ini menjadi angin segar bagi ribuan nelayan Pati yang selama ini mengeluhkan tingginya biaya operasional akibat harga BBM non-subsidi.

Reporter: Gunawan Susilo
Sumber: mantranews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top