PURWOKERTO — Perjuangan Mardika Nur Wahid di dunia keroncong terbilang singkat. Mahasiswa Unsoed ini baru serius menekuni genre musik tradisional itu sejak 2023, berawal dari keikutsertaannya dalam Soedirman Art Festival. Kini, ia berhak mewakili Provinsi Jawa Tengah di Peksiminas setelah menjadi yang terbaik di Peksimida.
Untuk mematangkan kemampuan vokalnya, Mardika menjalani latihan tiga hingga empat kali dalam sepekan. Ia harus rela menempuh perjalanan antardaerah karena para pelatihnya tersebar di dua kabupaten berbeda. Komitmen ini ia jalani sejak jauh-jauh hari sebelum kompetisi.
"Alhamdulillah saya sangat bersyukur telah diberikan amanah ini untuk bisa mewakili Jawa Tengah di tingkat nasional setelah sebelumnya belum berhasil melaju ke tingkat nasional pada tahun 2024," ungkap Mardika usai namanya diumumkan sebagai juara.
Pada babak perlombaan, Mardika membawakan dua lagu: Keroncong Sepercik Nyala Api dan Keroncong Harapanku. Kedua tembang tersebut berhasil memikat dewan juri dan mengantarkannya ke posisi tertinggi.
Menurut Mardika, musik keroncong tetap relevan di kalangan generasi muda. Ia menilai karakter musiknya yang khas dan kemampuan beradaptasi dengan lagu-lagu populer menjadi daya tarik tersendiri.
"Musik keroncong memiliki alunan yang unik dan mudah diterima kalangan muda. Selain itu, saat ini banyak musisi yang memadukan keroncong dengan lagu-lagu populer sehingga semakin menarik untuk dinikmati," jelasnya.
Menatap kompetisi nasional, Mardika memasang target tinggi. Ia bertekad mempersembahkan medali bagi kontingen Jawa Tengah dan menargetkan posisi tiga besar di Peksiminas.
"Target saya bisa memberikan medali untuk Jawa Tengah dan semoga dapat masuk tiga besar di Peksiminas," katanya.
Sebagai persiapan, ia akan melakukan evaluasi penampilan di Peksimida, meningkatkan intensitas latihan, serta menjaga kondisi fisik. Mardika juga berharap musik keroncong semakin berkembang di lingkungan perguruan tinggi.
Mardika mengapresiasi komitmen Unsoed yang secara rutin menghadirkan ajang seni, seperti perlombaan keroncong dalam rangka Dies Natalis Unsoed maupun Soedirman Sky Festival (Skyfest). Menurutnya, penyelenggaraan kompetisi seni secara rutin menjadi upaya penting dalam melestarikan musik keroncong sekaligus menumbuhkan minat generasi muda terhadap warisan budaya Indonesia.