KARANGANYAR — Ketua DPRD Jawa Tengah Sumanto membagikan strategi konkret bagi petani untuk menambah penghasilan tanpa harus bergantung pada komoditas utama bermodal besar. Hal itu ia sampaikan dalam acara Temu Tani bersama Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) di Desa Ngadirejo, Kecamatan Mojogedang, pekan lalu.
Sumanto menyoroti dua sektor yang dinilai paling prospektif: budi daya kangkung dan ternak ayam kampung sistem pembibitan mandiri. Keduanya, menurut dia, bisa dijalankan dari pekarangan rumah dengan risiko rendah.
Sumanto memaparkan perhitungan usaha kangkung di lahan seluas 1.000 meter persegi. Lahan tersebut bisa dibuat bedengan berukuran 30 meter x 1 meter dengan pola tanam dan panen bergantian setiap hari.
Dari total sekitar 12.000 tanaman, setiap panen menghasilkan 600 ikat kangkung. Dengan asumsi satu ikat berisi 20 batang dan harga jual Rp1.000 per ikat, potensi omzet mencapai Rp600 ribu per hari.
“Biaya operasional harian untuk benih, pupuk, air, dan transportasi sekitar Rp180 ribu. Jadi laba bersih yang bisa diperoleh petani mencapai Rp420 ribu per hari,” ujar Sumanto di hadapan para petani.
Selain kangkung, Sumanto juga mendorong peternakan ayam kampung skala rumahan. Ia memberikan simulasi sederhana: cukup memulai dengan satu ekor ayam jantan dan sepuluh betina.
“Dengan manajemen pakan dan kandang yang baik, sepuluh induk betina akan bertelur dan menetas secara berkala. Dalam beberapa bulan, jumlahnya berkembang biak eksponensial. Satu ekor ayam bisa jadi 60 ekor,” jelasnya.
Sumanto menambahkan, pakan ayam bisa memanfaatkan sisa makanan yang direbus kembali agar bebas bakteri. Untuk pencegahan penyakit, ia merekomendasikan ramuan Kunyit, Temulawak, Jahe (Kuteja), menjaga kandang tidak lembap, serta mengkarantina ayam baru minimal tujuh hari.
Politisi itu berharap kombinasi pertanian kreatif dan peternakan ini menjadi sumber pendapatan alternatif yang stabil bagi petani di Desa Ngadirejo. Menurutnya, hasil panen kangkung dan ayam kampung bisa berfungsi sebagai tabungan.
“Begitu masuk masa panen besar atau mendekati hari raya, tabungan dari ayam dan kangkung ini bisa langsung dimanfaatkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan Lebaran tanpa harus bingung mencari pinjaman,” pungkas Sumanto.