34 Desa di Pekalongan Gelar Pilkades Serentak November 2026, TNI-Polri Siaga Antisipasi Kerawanan

Penulis: Hendra Wijaya  •  Kamis, 16 Juli 2026 | 16:55:32 WIB
Plt Bupati Pekalongan Sukirman memimpin rapat koordinasi lintas sektoral persiapan Pilkades serentak di 34 desa pada November 2026.

PEKALONGAN — Sebanyak 34 desa di Kabupaten Pekalongan akan menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak pada November 2026. Plt Bupati Sukirman meminta dukungan penuh TNI dan Polri untuk mengamankan pesta demokrasi tingkat desa yang dinamisanya mulai memanas.

Dinamika Politik Mulai Terasa di Sejumlah Desa

Plt Bupati Sukirman menyebutkan bahwa suhu politik di beberapa desa sudah mulai terasa hangat. Hal itu mendorong Pemkab Pekalongan untuk melakukan antisipasi sejak dini.

“Khususnya menjelang pelaksanaan Pilkades yang sudah mulai terasa hangat di beberapa desa, hal ini harus kita antisipasi bersama,” ujar Sukirman dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral di Aula Setya Polres Pekalongan, Rabu, 15 Juli 2026.

Ia menambahkan, sejumlah aspirasi dan persoalan dari masyarakat di beberapa desa sudah mulai mencuat. Para camat diminta untuk lebih responsif dan aktif memfasilitasi penyelesaian masalah melalui musyawarah.

Kapolres Petakan 7 Potensi Kerawanan Pilkades

Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf menyatakan pihaknya telah memetakan potensi gejolak di beberapa desa. Seluruh tahapan Pilkades, mulai dari persiapan hingga pemungutan suara, harus dipersiapkan secara matang.

“Jangan sampai nanti muncul gejolak, akhirnya jadi ramai. Memang cuma 34 desa. Tapi kalau tidak bisa dimitigasi, ditangani dengan baik, ini juga akan bisa menimbulkan gejolak nasional nantinya,” tegasnya.

Polres Pekalongan mengidentifikasi tujuh potensi kerawanan. Di antaranya politik uang, mobilisasi massa, konflik antar pendukung, intimidasi, penyebaran berita bohong di media sosial, perusakan alat peraga kampanye, hingga sengketa hasil pemilihan.

Babinsa dan TNI Siap Kawal, Waspadai Provokasi Medsos

Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf. Muhammad Nurul Chabibi memastikan jajaran TNI siap mengawal seluruh tahapan Pilkades. Peran Babinsa akan diterjunkan hingga ke tingkat desa untuk menjaga keamanan.

“Kita ingin Pekalongan tetap aman dan kondusif. Jangan sampai karena memperebutkan jabatan kepala desa justru menimbulkan konflik horizontal di masyarakat,” ujar Dandim.

Selain pengamanan fisik, pihaknya juga mengajak masyarakat mewaspadai provokasi dan kampanye hitam di dunia maya. “Kita sudah adem, kondusif saat ini. Ciptakan sama-sama, baik secara fisik maupun di media sosial,” tandasnya.

Reporter: Hendra Wijaya
Sumber: beritajateng.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top