PURWOKERTO — Sepanjang Semester I 2026, KAI Daop 5 Purwokerto mengangkut 690.704 ton barang. Angka itu naik tipis dari 684.483 ton pada periode yang sama di 2025.
Manajer Humas KAI Daop 5 Purwokerto M. As'ad Habibuddin mengatakan angkutan barang melalui kereta api terus menjadi pilihan pelaku usaha. Alasannya, moda ini menghadirkan layanan logistik yang aman, efisien, dan andal.
"Hal ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada seluruh pelanggan," kata As'ad di Purwokerto, Sabtu.
Dari total volume tersebut, komoditas semen menjadi penyumbang terbesar dengan 375.920 ton. Disusul bahan bakar minyak (BBM) dan avtur sebanyak 300.405 ton.
Angkutan pupuk tercatat 10.050 ton, sedangkan komoditas ritel mencapai 4.329 ton. Barang-barang itu dinilai sebagai komoditas strategis penunjang aktivitas ekonomi nasional.
KAI Daop 5 Purwokerto juga mencatat On Time Performance (OTP) keberangkatan kereta api barang mencapai 99,40 persen selama Semester I 2026. Sementara OTP kedatangan tercatat 97,60 persen.
"Ketepatan waktu merupakan salah satu faktor penting dalam layanan logistik, sehingga kami terus menjaga keandalan operasional agar distribusi barang berjalan aman, lancar, dan sesuai jadwal," ujar As'ad.
Menurutnya, kinerja itu didukung sumber daya manusia yang profesional serta sarana dan prasarana yang andal.
Penggunaan kereta api sebagai moda angkutan barang, kata As'ad, memberikan manfaat lebih luas. Selain mengurangi kepadatan lalu lintas kendaraan angkutan berat di jalan raya, moda ini juga menekan potensi kecelakaan.
Di sisi lain, peralihan logistik ke rel mendukung pengurangan emisi karbon. Hal ini sejalan dengan pengembangan sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
"KAI Daop 5 Purwokerto terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas layanan angkutan barang serta memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan," kata As'ad.