JAWA TENGAH — Kemenangan ini menjadi gelar perdana bagi Fajar/Fikri di musim 2026 setelah terakhir kali meraih juara di China Open pada September 2025. Lebih dari sekadar trofi, kemenangan di Tokyo punya makna personal mendalam bagi kedua pemain pelatnas PBSI tersebut.
Fajar Alfian secara khusus mempersembahkan kemenangan ini untuk sang istri. "Ini gelar pertama setelah saya menikah," ujar Fajar usai pertandingan.
Sementara itu, Fikri melihat trofi ini sebagai hasil dari perjalanan panjang. "Gelar ini untuk saya sendiri, buah dari kesabaran selama ini. Untuk keluarga dan orang-orang yang saya cintai dan seluruh suporter," timpal Fikri.
Pertandingan final berlangsung ketat. Kim/Seo, yang saat ini duduk di peringkat satu dunia, dikenal memiliki pertahanan luar biasa dan kemampuan membalikkan bola-bola sulit. Namun Fajar/Fikri punya jawabannya di lapangan.
"Kami selalu bisa waspadai hal itu dan kami lebih disiplin menerapkan strategi," jelas Fajar soal antisipasi terhadap kelebihan lawan. Fikri menambahkan, komunikasi dengan partner dan pelatih berjalan sangat baik, membuat semua persiapan terealisasi dari awal hingga akhir.
Fajar/Fikri mengakui penantian hampir satu tahun tanpa gelar terasa panjang. "Alhamdulillah bersyukur diberikan kelancaran dan bisa menyabet gelar di Japan Open ini. Semoga ini jadi awal dari kebangkitan kami untuk bisa meraih gelar-gelar berikutnya," kata Fajar.
Gelar Japan Open 2026 ini menjadi modal berharga bagi pasangan nomor dua dunia untuk menghadapi turnamen-turnamen bergengsi selanjutnya. Konsistensi dan kedewasaan permainan yang ditunjukkan di final melawan ganda terbaik dunia menjadi sinyal positif bagi sektor ganda putra Indonesia.