PATI — Kepastian perbaikan menyeluruh di SDN 02 Sukolilo akhirnya tiba setelah enam tahun sekolah tersebut menunggu. Ketua Komisi D DPRD Pati, Teguh Bandang Waluyo, menyatakan pihaknya akan mengawal setiap tahap penggunaan anggaran revitalisasi agar tepat sasaran.
“Lingkungan belajar harus layak, nyaman, dan aman baik untuk siswa dan para guru. Kami di DPRD tentu akan mengawasi memastikan anggaran tepat sasaran khususnya pada sektor pelayanan dasar seperti sekolah,” ujar Teguh, Senin (20/7/2026).
Kepala SDN 02 Sukolilo, Ahmad Rifai, mengungkapkan bahwa kerusakan dua ruang kelas terjadi akibat longsor yang menerjang tembok bagian belakang sekolah pada 2019. Retakan besar membuat bangunan dinilai membahayakan dan terpaksa dikosongkan.
“Mulai seperti ini kira-kira tahun 2019 karena ada longsor di bagian belakang, kena tembok sehingga retak,” ungkap Rifai, Jumat (17/7/2026).
Selama masa tunggu, proses belajar mengajar tetap berlangsung dengan memanfaatkan ruang-ruang yang ada. Namun, kondisi tersebut dinilai tidak ideal dan membatasi kapasitas penerimaan siswa baru.
Setelah melalui proses pengajuan dan survei berulang dari dinas terkait, tahun ini sekolah mendapat kepastian pendanaan. Rifai menyebut revitalisasi tidak hanya menyasar dua ruang kelas yang rusak, tetapi mencakup seluruh bangunan sekolah.
“Alhamdulillah tahun ini ada kepastian, sekolah kami dapat revitalisasi menyeluruh semua bangunan termasuk ruangan administrasi yang lain,” kata Rifai.
DPRD Pati berkomitmen memastikan proyek ini rampung sesuai jadwal dan tidak menimbulkan masalah baru di kemudian hari. Pengawasan akan dilakukan secara berkala, mulai dari tahap tender hingga serah terima pekerjaan.
Revitalisasi ini menjadi angin segar bagi warga Sukolilo yang selama ini mengkhawatirkan keselamatan anak-anak mereka saat bersekolah di bangunan yang sudah rapuh.