Pemkab Banyumas Salurkan Bansos Rp195 Juta untuk 26 Penderes Korban Jatuh dari Pohon Kelapa

Penulis: Hendra Wijaya  •  Senin, 20 Juli 2026 | 17:38:31 WIB
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyerahkan bantuan sosial sebesar Rp195 juta kepada 26 penderes korban kecelakaan jatuh dari pohon kelapa di Pendopo Si Panji Purwokerto, Senin.

PURWOKERTO — Sebanyak 26 penderes yang menjadi tulang punggung industri gula kelapa di Banyumas akhirnya mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah. Mereka adalah korban kecelakaan kerja yang jatuh dari pohon kelapa, sebuah risiko yang sudah lama membayangi profesi turun-temurun ini.

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menyerahkan langsung bantuan tersebut di Pendopo Si Panji Purwokerto, Senin. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa bantuan ini bukan sekadar santunan, melainkan bentuk afirmasi negara terhadap sektor ekonomi kerakyatan yang selama ini kurang tersentuh jaring pengaman sosial.

"Saya berharap bantuan sosial ini dapat meringankan beban biaya pengobatan dan biaya pemakaman yang ditanggung oleh para penderes dan keluarganya," kata Bupati.

Anggaran dari APBD 2026 untuk Penderes Tanpa BPJS

Kepala Bidang Perlindungan Jaminan Sosial Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Banyumas, Joko Siswoyo, menjelaskan bahwa bantuan ini bersumber dari APBD Kabupaten Banyumas Tahun Anggaran 2026. Sasaran utama program ini adalah para penderes yang belum tercakup dalam perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.

“Penderes yang mengalami luka-luka menerima bantuan sebesar Rp10 juta per orang, sedangkan ahli waris penderes yang meninggal dunia menerima bantuan Rp5 juta. Total anggaran yang disalurkan mencapai Rp195 juta untuk 26 penerima,” ujar Joko.

Ia merinci, penerima bantuan tersebar di 11 kecamatan: Ajibarang, Cilongok, Kemranjen, Pekuncen, Purwojati, Rawalo, Somagede, Sumbang, Sumpiuh, Tambak, dan Wangon.

Seruan Bupati: Pakai APD, Pastikan Kondisi Fisik Sebelum Memanjat

Di luar persoalan anggaran, Bupati Sadewo menyoroti aspek pencegahan yang selama ini kerap diabaikan. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan—mulai dari pemerintah desa, kelompok tani, hingga para penderes sendiri—untuk mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja.

Menurut Bupati, penggunaan alat pelindung diri (APD) yang memadai serta memastikan kondisi fisik sebelum bekerja menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan kerja. "Saya berharap bantuan sosial ini dapat menjadi penyemangat bagi para penderes untuk tetap melanjutkan usaha pengolahan gula kelapa yang telah menjadi sumber penghidupan masyarakat Banyumas secara turun-temurun," katanya.

Mengapa Penderes Rentan dan Apa Langkah Selanjutnya?

Penderes adalah profesi dengan risiko tinggi: setiap hari mereka memanjat pohon kelapa yang tingginya bisa mencapai puluhan meter tanpa jaring pengaman. Ironisnya, sebagian besar dari mereka tidak terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, sehingga ketika terjadi kecelakaan, keluarga harus menanggung sendiri biaya pengobatan dan pemakaman.

Joko Siswoyo berharap program serupa dapat terus diperkuat ke depannya. Tujuannya tidak hanya untuk memberikan perlindungan terhadap risiko sosial yang dihadapi para penderes, tetapi juga mendukung upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Banyumas. Dengan adanya bansos ini, setidaknya ada sedikit ruang napas bagi keluarga korban untuk bangkit kembali tanpa harus terjerat utang.

Reporter: Hendra Wijaya
Sumber: jateng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top