PATI — Suasana Alun-Alun Simpang Lima berubah menjadi tribun raksasa. Warga dari berbagai kalangan duduk beralas tikar, lesehan di aspal, atau berdiri di pinggir sambil memegang minuman dingin. Layar besar yang dipasang di sisi timur alun-alun menjadi pusat perhatian sejak babak pertama bergulir.
Danu Iksan, anggota DPRD Pati dari Komisi A, sengaja memilih duduk di antara warga ketimbang di tenda khusus. “Melalui nobar ini diharapkan rasa persatuan, kebersamaan, dan semangat gotong royong masyarakat semakin kuat. Masyarakat terhibur, dan kami di DPRD selaku mendukung kegiatan positif,” ujarnya.
Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra tiba sekitar 15 menit setelah pertandingan dimulai. Tanpa pengawalan ketat, ia langsung menyapa beberapa pedagang kaki lima yang berjualan di pinggir area nobar.
Risma menyebut agenda nonton bareng ini sengaja dirancang tanpa pembatas. Tidak ada kursi VIP atau barisan khusus. Semua duduk bercampur, termasuk dirinya dan anggota dewan.
“Di sini tidak ada sekat. Kita kumpul bersama, tertawa bersama, dan merasakan ketegangan pertandingan secara bersama-sama. Silaturahmi seperti inilah yang mempererat rasa kekeluargaan di daerah yang kita cintai ini,” kata Risma.
Pertandingan Spanyol versus Argentina sendiri berlangsung sengit. Sorak sorai warga pecah setiap kali salah satu tim nyaris mencetak gol. Beberapa anak kecil berlarian di pinggir lapangan rumput alun-alun, sementara remaja duduk berkelompok sambil memegang gawai untuk merekam momen.
Danu Iksan mengisyaratkan kegiatan serupa bisa diadakan lagi jika animo warga tetap tinggi. Menurutnya, momen Piala Dunia adalah kesempatan langka yang bisa dimanfaatkan untuk memperkuat kohesi sosial di Pati.
“Kami di DPRD mendukung kegiatan positif seperti ini. Kalau respons masyarakat bagus, bukan tidak mungkin jadi agenda tetap setiap ada event olahraga besar,” ujarnya.
Alun-Alun Simpang Lima mulai sepi sekitar pukul 22.30 WIB, setelah pertandingan usai. Petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup Pati langsung menyapu sisa sampah plastik dan kemasan makanan yang ditinggalkan pengunjung.