JEPARA — Sekretaris Daerah Kabupaten Jepara, Ary Bachtiar, membuka pelatihan mata pencaharian alternatif bagi nelayan di Aula Dinas Perikanan setempat, Rabu (22/7/2026). Kegiatan ini memanfaatkan alokasi DBHCHT pada bidang kesejahteraan masyarakat yang porsinya mencapai 50 persen dari total anggaran.
Selama tiga hari pelatihan, peserta tidak hanya belajar memperbaiki kapal. Dinas Perikanan juga memberikan materi pengolahan hasil perikanan menjadi produk bernilai tambah, kewirausahaan, pengemasan, pemasaran digital, hingga pengelolaan usaha kecil. Setiap peserta mendapat pendampingan agar usahanya bisa berkelanjutan.
"Kami ingin nelayan tidak hanya mencari ikan saja, tetapi ada usaha alternatif lainnya," ujar Ary Bachtiar dalam sambutannya.
Diversifikasi mata pencaharian dinilai penting agar nelayan memiliki daya tahan ekonomi yang lebih baik. Ary menjelaskan, ketergantungan penuh pada hasil tangkapan laut membuat nelayan rentan saat musim baratan atau cuaca buruk yang memaksa mereka tak bisa melaut. Pelatihan ini menjadi bekal agar perekonomian keluarga pesisir tetap berjalan sepanjang tahun.
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Jepara, Dwi Yogo Adiwibowo, mengungkapkan total DBHCHT yang diterima Pemkab Jepara tahun 2026 mencapai Rp 11 miliar. Rinciannya, 50 persen untuk kesejahteraan masyarakat, 40 persen bidang kesehatan, dan 10 persen penegakan hukum.
"Harapan kami, setelah pelatihan nelayan memperoleh sertifikasi. Sehingga, bisa bermanfaat, dan kami mendukung kesejahteraan nelayan Jepara melalui DBHCHT," ungkap Dwi Yogo.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Jepara, Muh. Tahsin, menambahkan bahwa upaya meningkatkan kesejahteraan nelayan tidak berhenti pada pelatihan. Pemerintah juga telah menyalurkan bantuan alat tangkap ikan. Selain itu, empat desa telah diusulkan menjadi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), yakni Desa Mororejo Kecamatan Mlonggo, Desa Karanggondang, Desa Ujungwatu Kecamatan Donorojo, dan Desa Kedungmalang Kecamatan Kedung.
"Pelatihan ini tidak hanya sampai di sini saja, dan terus berlanjut. Jadi ketika musim baratan, nelayan bisa mencari usaha lainnya," terang Tahsin.