KARANGANYAR — Sebanyak 27 pemain mengikuti pemusatan latihan (TC) di Delingan, Kabupaten Karanganyar, untuk mematangkan persiapan menuju IFCPF World Cup 2026. Pelatih timnas CP Indonesia, Yanuar Dhuma Ardhiyanto, mengatakan para pemain sudah siap secara fisik berkat program latihan online yang dipantau selama dua bulan terakhir.
“Dari segi fisik, teman-teman datang ke sini dengan kondisi hampir siap. Sekarang kita tinggal fokus di taktik dan teknis, walaupun fisiknya juga akan kita tingkatkan lagi,” ujar Dhuma dalam keterangan kepada RRI.co.id, Jumat (24/7/2026).
Indonesia tergabung di Grup C bersama tiga negara kuat. Inggris menjadi perhatian utama karena konsisten berada di jajaran elite sepak bola CP dunia. “Di grup C yang paling berat itu Inggris. Mereka yang paling kita waspadai,” kata Dhuma.
Untuk Jepang, Indonesia sudah memiliki pengalaman. Tim Garuda CP tercatat pernah mengalahkan Jepang di ajang Zona Asia Oceania. Sementara Republik Irlandia masih terus dipelajari melalui rekaman pertandingan sebelumnya.
Dalam aturan IFCPF, pemain dibagi ke dalam tiga klasifikasi berdasarkan tingkat hambatan: FT1, FT2, dan FT3. Komposisi tujuh pemain di lapangan wajib mencakup satu pemain FT3, minimal satu pemain FT1, serta pemain FT2.
Dhuma sengaja mendatangkan banyak pemain baru dengan klasifikasi FT2 untuk menyesuaikan kebutuhan tim. “Pemain baru ini kebanyakan dari FT2, karena untuk FT3 sudah ada banyak pilihan. Ini cocok sekali dengan kebutuhan tim,” jelasnya.
Kapten tim, Yahya Hernanda, menyatakan optimisme tinggi menghadapi persaingan di Grup C. Ia sudah mempelajari permainan Inggris dan Irlandia melalui rekaman pertandingan dari ajang sebelumnya.
“Saya sangat optimis bisa menjadi juara grup. Karakteristik permainan Inggris dan Irlandia hampir sama dengan Australia, mereka mengandalkan strength dan postur tubuh. Secara teknik kami tidak kalah,” ujar Yahya.
Ia menilai TC di Delingan memberikan ruang persaingan sehat sekaligus menemukan pemain baru berkualitas. “Ada pemain baru yang kualitasnya bagus, yang mungkin bisa melengkapi puzzle-puzzle dari tim sebelumnya,” tambahnya.
Meski hanya 14 pemain yang akan didaftarkan resmi ke World Cup, tim berencana membawa lebih dari jumlah tersebut sebagai antisipasi cedera. “Kita akan bawa lebih dari 14, sebagai antisipasi karena ada pemain yang sedang mengalami cedera,” ujar Dhuma.
Waktu tersisa hingga Oktober akan dimanfaatkan tim untuk membangun kekompakan dan meningkatkan kualitas permainan. “Di waktu yang tersisa ini, kami berharap bisa membangun chemistry yang positif dan menjadi tim yang lebih solid lagi,” pungkas Yahya.
Selain Grup C, persaingan di grup lain juga patut diwaspadai. Grup A diisi Amerika Serikat, Belanda, Kanada, dan Skotlandia. Grup B dihuni Australia, Spanyol, Brasil, dan Chile.