KEBUMEN — Puluhan santri mengikuti senam sehat di halaman Pondok Pesantren Raudlatul ‘Ulum, Karangtanjung, Jumat pagi. Kegiatan itu menjadi pembuka peluncuran Go-Tren 2026, program baru Kankemenag Kebumen yang menggandeng Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, DPMPTSP, KUA, dan sejumlah organisasi kemasyarakatan.
Peresmian dilakukan oleh Kepala DPMPTSP Kebumen Sukamto yang mewakili Bupati Hj. Lilis Nuryani. Dalam sambutannya, Sukamto menekankan bahwa kebutuhan pesantren tidak lagi tunggal.
“Kolaborasi lintas sektor seperti ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi pesantren. Pesantren harus semakin kuat, sehat, bersih, aman, mandiri, dan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan masyarakat,” ujarnya.
Rangkaian Go-Tren tidak berhenti pada seremoni. Usai senam bersama yang dipandu santri Pondok Pesantren Al Hasani, seluruh peserta bergotong royong membersihkan lingkungan pondok melalui tradisi ro’an. Kegiatan ini menjadi simbol bahwa pembinaan pesantren diwujudkan dalam aksi nyata, bukan sekadar penyampaian materi.
Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kankemenag Kebumen, H. Fahrudin, menjelaskan bahwa setiap instansi yang terlibat memiliki kontribusi sesuai bidangnya. Pemeriksaan kesehatan gratis bagi santri, kampanye Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta edukasi perlindungan anak menjadi agenda utama.
“Kami berharap kolaborasi ini mampu memperkuat pesantren secara menyeluruh. Pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga menjadi lingkungan yang sehat, aman, ramah anak, dan memiliki kemandirian ekonomi,” kata Fahrudin.
Salah satu fokus utama Go-Tren adalah memperkuat implementasi Pesantren Ramah Anak. Konsep ini dibangun melalui lima prinsip: lingkungan aman dan bebas kekerasan, budaya hidup bersih, pemenuhan hak dasar anak, ruang partisipasi santri, serta pola pengasuhan penuh kasih sayang tanpa kekerasan.
Kepala Subbagian Tata Usaha Kankemenag Kebumen, H. Salim Wazdy, menegaskan bahwa penerapan PHBS di pesantren merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditawar. Ia mengingatkan bahwa santri tinggal dan beraktivitas hampir 24 jam setiap hari di lingkungan pondok.
“Pesantren memiliki peran besar dalam membentuk karakter sekaligus menjaga kesehatan santri. Karena itu, penerapan PHBS dan penguatan pesantren ramah anak harus menjadi perhatian bersama agar tercipta lingkungan belajar yang aman, sehat, dan nyaman,” ungkap Salim.
Go-Tren direncanakan berlangsung secara bertahap sepanjang 2026. Tahap pertama ini menjadi uji coba model pembinaan terpadu yang melibatkan Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP), RMI PCNU Kebumen, dan penyuluh agama Islam. Jika efektif, program akan diperluas ke pondok pesantren lain di seluruh Kabupaten Kebumen.