Direktur Sejarah dan Permuseuman Kementerian Kebudayaan Agus Mulyana mengapresiasi hadirnya Tahir Solo Museum. Menurutnya, museum ini termasuk yang terbesar dan paling megah yang pernah ia lihat di Indonesia.
“Museum ini merupakan bagian penting dari upaya pemajuan kebudayaan. Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa, bahkan Menteri Kebudayaan menyebutnya sebagai mega diversity. Kekayaan ini adalah kekuatan bangsa,” ujar Agus dalam sambutannya.
Ia berharap museum mampu menghidupkan kembali memori kolektif Solo sebagai pusat kebudayaan Jawa. Keberadaan museum ini, kata Agus, melengkapi warisan sejarah seperti Keraton Surakarta yang tengah direvitalisasi.
Datuk Sri Prof. Dr. Tahir mengungkapkan pembangunan museum adalah bentuk rasa syukur dan utang budi kepada Kota Solo. Meski lahir di Surabaya, ibunya adalah putri Solo. Masa kecilnya dipenuhi kenangan bermain di Pasar Gede, Kauman, Bengawan Solo, hingga berenang di Tirtomoyo.
“Hari ini anakmu kembali ke kampungnya. Saya mengingat semua kebaikan ibu saya dan semua kenangan masa kecil di Solo. Memori itulah yang membesarkan saya sebagai separuh orang Solo,” ujar Tahir.
Ia juga mengenang keluarganya yang dulu menyewakan becak di Surabaya dengan nama Bengawan Solo. Nama Solo memiliki makna mendalam baginya. Gagasan museum muncul saat bertemu Gibran Rakabuming Raka sekitar tiga tahun lalu, saat Gibran masih menjabat Wali Kota Solo.
Tahir Solo Museum yang diresmikan saat ini baru tahap pertama. Tahap berikutnya akan dilengkapi ruang pamer terbuka dan tertutup, fasilitas seminar bertaraf internasional, serta pengembangan kawasan ekonomi.
“Saya mengusulkan nantinya bisa dibangun rumah sakit, hotel, dan ruang bagi UMKM untuk menciptakan lapangan kerja. Infrastruktur sudah kita bangunkan, tinggal dikelola dengan baik,” jelas Tahir.
Ia menegaskan merasa memiliki utang budi kepada Indonesia dan akan terus berkontribusi bagi bangsa. “Saya merasa punya utang kepada negeri ini dan perasaan itu akan saya bawa sampai akhir hidup saya. Terima kasih sebesar-besarnya kepada masyarakat Solo,” ucapnya.
Wali Kota Surakarta Respati Ardi menyambut museum ini sebagai berkah dan investasi jangka panjang. Ia menekankan pemerintah kota siap mengelola museum agar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, khususnya sebagai ruang belajar anak-anak dan generasi muda.
“Museum ini kita persiapkan untuk generasi penerus. Semoga menjadi warisan yang baik, meningkatkan mutu sumber daya manusia Kota Solo, namun tetap mengakar pada budaya yang kita miliki,” kata Respati.
Menurutnya, museum bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga pusat peningkatan kualitas SDM tanpa meninggalkan identitas budaya Kota Solo. “Mari kita sambut bersama museum masa depan yang ada di Kota Solo,” pungkasnya.