Sekda Jateng Sebut PAUD Fondasi Pendidikan, Serukan Hari Anak Bukan Sekadar Seremonial

Penulis: Joko Purnomo  •  Minggu, 26 Juli 2026 | 13:18:31 WIB

SEMARANG – Peringatan Hari Anak Nasional yang digelar di Semarang, Sabtu, menghadirkan pesan tegas dari Sekda Jateng Sumarno. Ia menyebut pendidikan anak usia dini (PAUD) sebagai tahapan paling fundamental dalam tumbuh kembang anak. “PAUD merupakan fondasi bagi anak-anak kita, sehingga menjadi tahapan pendidikan yang sangat strategis,” katanya dalam seminar yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Daerah Perhimpunan Penyelenggara Pendidikan Anak Usia Dini (DPD PP PAUD) Jateng.

PAUD Bukan Sekadar Akademik

Sumarno menekankan bahwa pendidikan di PAUD tidak boleh hanya berorientasi pada aspek akademik. Pembentukan karakter anak menjadi sama pentingnya. “Pendidikan tidak hanya pendidikan formal, tetapi juga bagaimana membangun karakter anak secara komprehensif,” ujarnya, yang juga menjabat sebagai Pembina DPD PP PAUD Jateng.

Ia mengingatkan peran keluarga sebagai lingkungan pertama anak sangat krusial. Keluarga, kata dia, memiliki tanggung jawab besar dalam membangun karakter sejak dini. Pendidikan formal yang diterima anak di sekolah harus diimbangi dengan penanaman nilai-nilai kebangsaan dan akhlak mulia di rumah.

Hari Anak Jangan Seremonial

Menurut Sumarno, peringatan Hari Anak Nasional kerap sekadar seremonial belaka. Ia mendorong agar momentum ini digunakan untuk memperkuat kualitas pengasuhan dan pendidikan secara berkelanjutan. “Hari Anak mengingatkan kembali tanggung jawab kita sebagai orang tua terhadap anak-anak,” tegasnya.

Sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, guru, dan orang tua dinilainya mutlak diperlukan. Tanpa kolaborasi yang solid, fondasi pendidikan anak bisa rapuh. Ia berharap semua pemangku kepentingan terus memperkuat komitmen dalam mendidik generasi penerus.

Lingkungan Belajar Ramah Anak

Ketua DPD PP PAUD Jateng Indah Sumarno menjelaskan bahwa forum seminar ini dirancang untuk membekali para pendidik. Tujuannya menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, inklusif, dan menyenangkan. “Setiap anak berhak mendapatkan layanan pendidikan yang bebas dari kekerasan, menghargai keberagaman, serta mendukung kesehatan dan kesejahteraan mereka,” ucapnya.

Pendekatan pembelajaran pada anak usia dini, kata Indah, harus berpusat pada anak. Salah satunya dengan memberikan ruang seluas-luasnya untuk belajar melalui bermain. Selain peningkatan kompetensi teknis mengajar, forum ini juga menjadi wadah membangun jejaring dan kolaborasi antarpendidik guna meningkatkan mutu layanan PAUD secara berkelanjutan di Jawa Tengah.

Reporter: Joko Purnomo
Sumber: jateng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top