Propam Periksa Bripka R, Anggota TNI Pomdam Tewas Kena Peluru Rekoset saat Bantu Tangkap Pengedar Narkoba

Penulis: Gunawan Susilo  •  Senin, 27 Juli 2026 | 00:36:31 WIB
Bidang Propam Polda Aceh memeriksa Bripka R terkait insiden penembakan yang menewaskan anggota TNI di Bireuen.

JAWA TENGAH — Bripka R, personel Ditresnarkoba Polda Aceh yang melepaskan tembakan saat mengejar mobil pengedar narkoba di Bireuen, kini diperiksa oleh Bidang Propam. Penembakan tersebut mengakibatkan tewasnya Pratu Galuh Nugraha, anggota Pomdam Iskandar Muda yang secara spontan membantu menghadang kendaraan pelaku. Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto membenarkan bahwa pemeriksaan internal tengah berjalan untuk mengevaluasi tindakan anggotanya.

Kronologi: Tembakan Peringatan Berujung Petaka

Kejadian bermula sekitar pukul 18.10 WIB di depan SPBU Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen. Tim Ditresnarkoba menerima informasi masyarakat mengenai pengangkutan narkotika dan mendapati satu unit Mitsubishi Triton Double Cabin hitam berisi empat pria mencurigakan. Saat hendak dihentikan, pengemudi justru tancap gas dan melarikan diri secara ugal-ugalan, bahkan menabrak sepeda motor warga.

Bripka R kemudian melakukan pengejaran dan melepaskan tiga tembakan peringatan ke udara. Dalam situasi yang kacau, Pratu Galuh Nugraha yang kebetulan berada di sekitar lokasi bergegas memindahkan palang besi dari area SPBU ke badan jalan untuk menghadang laju kendaraan pelaku. Namun, peluru yang ditembakkan aparat memantul (rekoset) dan mengenai prajurit Pomdam tersebut.

“Melihat adanya warga yang tertembak, personel langsung membatalkan pengejaran”

Kombes Pol Joko Krisdiyanto menyatakan bahwa setelah korban terkapar, seluruh personel menghentikan pengejaran dan mendahulukan pertolongan medis. "Melihat adanya warga yang tertembak, personel langsung membatalkan pengejaran dan mendahulukan pertolongan medis kepada korban ke RS BMC Bireuen," ujarnya dalam keterangan resmi.

Pratu Galuh Nugraha sempat dirujuk ke RSUD dr Fauziah Bireuen untuk penanganan darurat, namun nyawanya tak tertolong. Prajurit yang berdinas di Pomdam Iskandar Muda itu dinyatakan meninggal dunia akibat luka tembus yang parah.

Jiwa Ksatria di Detik-Detik Genting

Langkah Pratu Galuh Nugraha yang spontan memindahkan palang besi dinilai sebagai wujud naluri prajurit dan jiwa ksatria. Ia bukan bagian dari tim pengejar, namun bertindak atas inisiatif sendiri untuk menghentikan laju mobil pelaku. Ironisnya, aksi heroik itu justru berakhir tragis akibat tembakan yang berasal dari aparat yang sama-sama memburu pengedar narkoba.

Direktorat Reserse Narkoba Polda Aceh masih memburu empat pria dalam mobil Mitsubishi Triton yang kabur. Sementara itu, hasil pemeriksaan Propam terhadap Bripka R akan menentukan apakah prosedur penembakan telah sesuai standar operasional atau terdapat pelanggaran yang berakibat fatal.

Artikel ini telah diperbarui dengan informasi tambahan dari keterangan resmi Polda Aceh.

Reporter: Gunawan Susilo
Sumber: inews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top