SOLO — Target promosi ke Liga 1 dalam satu musim kembali ditegaskan oleh pemilik Persis Solo, Kaesang Pangarep, dalam audiensi dengan sejumlah kelompok suporter di Solo, Sabtu (25/7/2026). Pertemuan itu digelar untuk menjembatani komunikasi antara manajemen dan suporter pasca-degradasi tim ke kasta kedua.
Komisaris Persis Solo, Adityo Rimbo, menyatakan Kaesang tetap memberikan perhatian penuh terhadap klub meski tidak selalu berada di Solo. “Mas Kaesang tetap mengawasi Persis dari helicopter view. Tanggapan Mas Kaesang jelas untuk mendukung Persis. Beliau tidak akan ke mana-mana,” ujarnya.
Adityo menegaskan target promosi dalam satu musim menjadi prioritas pemilik klub. “Yang pasti owner selalu menargetkan satu tahun. Memang pertandingan nanti akan terus dievaluasi, tetapi target owner satu tahun,” katanya.
Dalam pertemuan tersebut, perwakilan suporter menyampaikan sejumlah tuntutan kepada manajemen. Mereka meminta pembenahan tata kelola klub, peningkatan komunikasi yang lebih terbuka, evaluasi sistem manajemen, serta proses perekrutan pemain menjelang kompetisi. “Disampaikan suporter ya jelas tuntutan perbaikan manajemen, komunikasi yang lebih terbuka kepada suporter dari manajemen, perbaikan sistem, dan soal perekrutan pemain,” ujar Adityo.
Suporter juga mempertanyakan komitmen Kaesang Pangarep setelah Persis Solo turun kasta ke Liga 2. Menanggapi hal itu, Adityo memastikan bahwa pemilik klub tetap berkomitmen mengembangkan tim.
Manajemen mengungkapkan komposisi skuad Persis Solo sudah mencapai sekitar 90 persen. Kekurangan hanya dua pemain asing yang akan dipilih berdasarkan statistik dan performa di Liga 1 musim lalu. “Yang pasti mengikuti statistik pemain dan statistik permainan. Pemain asingnya berada di top five Liga 1,” jelas Adityo.
Tim juga telah menjadwalkan pemusatan latihan (TC) di Yogyakarta yang akan dirangkai dengan sejumlah laga uji coba. “Semua sudah mulai dilakukan. Nanti ada TC juga, rencananya di Jogja. Kemudian ada pertandingan persahabatan. Nanti akan ada keluaran resmi dari tim,” katanya.
Menghadapi persaingan Grup Timur Liga 2, Adityo menilai peluang Persis Solo cukup terbuka. “Yang pasti chance kita di Timur menurut kami lebih baik daripada Barat,” ujarnya.
Di sisi lain, pembinaan pemain muda tetap menjadi perhatian. Seleksi Elite Pro Academy (EPA) masih berlangsung melalui pertandingan internal. Persis Solo juga berencana menghidupkan kembali kompetisi sepak bola lokal bersama Askot PSSI Surakarta untuk pembinaan usia dini.
Usai audiensi, kelompok suporter Ultras 1923 menerbitkan rilis hasil pertemuan yang ditandatangani bersama perwakilan owner. Dalam pernyataan tersebut, mereka menegaskan target promosi ke Liga 1 harus dibarengi peta jalan yang jelas, komunikasi yang sehat, evaluasi transparan, serta komitmen kuat dari seluruh elemen klub.