SEMARANG — Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Rusman Efendi, menegaskan bahwa peran Duta GenRe bukan sekadar ajang pencarian figur remaja berprestasi. Menurutnya, forum ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menyebarluaskan edukasi kependudukan dan pembangunan keluarga kepada generasi muda.
“Semua program Kemendukbangga/BKKBN, baik program kependudukan dan pembangunan keluarga, mulai dari pencegahan stunting, kemudian juga untuk menghindari terjadinya penyimpangan-penyimpangan pada remaja itu mereka lakukan semua,” ujarnya saat Grand Final Apresiasi Duta GenRe Provinsi Jawa Tengah 2026 di Kantor BPSDMD Jawa Tengah, Senin (27/7/2026).
Rusman memaparkan, persoalan stunting masih menjadi tantangan serius di Jawa Tengah. Dengan prevalensi 17,1 persen, angka tersebut masih perlu ditekan mengingat target nasional berada di bawah 14 persen. Karena itu, kolaborasi berbagai pihak, termasuk keterlibatan remaja sebagai agen perubahan, dinilai krusial.
Selain mengampanyekan pencegahan stunting, para Duta GenRe juga dibekali kemampuan untuk memberikan edukasi kepada teman sebaya. Materi yang disampaikan mencakup kesehatan reproduksi, perencanaan pendidikan dan karier, serta pencegahan perkawinan usia anak.
Rusman menambahkan, tantangan yang dihadapi remaja saat ini semakin kompleks seiring perkembangan teknologi digital. Ia berharap Duta GenRe mampu menjadi pendamping sekaligus teladan bagi remaja lain agar lebih bijak menggunakan media sosial dan terhindar dari berbagai perilaku berisiko.
“Duta GenRe ini bagaimana kita memberikan apresiasi, memberikan semangat dan motivasi kepada adik-adik remaja yang tergabung dalam forum GenRe agar mereka lebih termotivasi lagi,” katanya.
Dalam Apresiasi Duta Generasi Berencana (Adugenjat) 2026 yang mengusung tema “Astraloka Karya: Remaja Berkarya, Berdampak Nyata”, sebanyak 10 finalis Duta GenRe Putra dan 10 finalis Duta GenRe Putri dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah mengikuti tahapan seleksi. Mereka mempresentasikan kontribusi nyata di masyarakat masing-masing.
Pelaksana Tugas Kepala DP3AP2KB Jawa Tengah, Faisa Mukti, menilai pembangunan daerah tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi atau infrastruktur, tetapi juga dari kualitas generasi mudanya. Menurutnya, Program GenRe menjadi instrumen untuk menyiapkan remaja yang memiliki karakter kuat, sehat secara fisik dan mental, serta mampu merencanakan masa depan dengan baik.
“Jadilah remaja yang mampu mengajak teman-teman sebaya untuk merencanakan pendidikan, mempersiapkan karier, menjaga kesehatan fisik dan mental, menggunakan media sosial secara bijak, menjauhi penyalahgunaan narkoba, menghindari perkawinan usia anak, serta membangun hubungan yang sehat,” ujarnya.
Faisa berharap para Duta GenRe yang terpilih tidak berhenti pada seremoni pemilihan semata. Mereka diharapkan mampu menjalankan perannya sebagai agen perubahan dengan membawa pengaruh positif di lingkungan masing-masing, termasuk dalam mendukung upaya percepatan penurunan stunting di Jawa Tengah.