SEMARANG — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk Jawa Tengah pada Selasa (28/7/2026). Meski mayoritas wilayah diprakirakan cerah berawan, terdapat sejumlah potensi gangguan yang perlu diwaspadai masyarakat, terutama di kawasan pesisir dan perairan.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Agus Triyono menyebutkan, hujan ringan berpeluang turun pada sore hingga awal malam. Empat daerah yang akan merasakan hujan adalah Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, dan Temanggung.
"Waspadai kebakaran hutan dan lahan karena banyak pohon dan tanaman kering pada musim kemarau ini, mudah tersulut percikan api," kata Agus Triyono, Selasa (28/7). Suhu udara di wilayah Jawa Tengah berkisar 16-34 derajat celcius dengan kelembaban 45-95 persen.
Gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter masih berlangsung di perairan utara dan selatan Jawa Tengah. BMKG menilai kondisi ini cukup berisiko terhadap aktivitas pelayaran, terutama kapal nelayan, kapal tongkang, serta angkutan barang dan penumpang saat kecepatan angin di atas 15 knot.
Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Lessy Andari mengungkapkan, gelombang tinggi terpantau di perairan utara mulai Pekalongan-Kendal, Semarang-Demak, Karimunjawa, Jepara, dan Pati-Rembang. Di selatan, perairan Cilacap-Wonogiri juga masuk zona waspada.
Air laut pasang (rob) diprediksi meningkat pada pukul 06.00-10.00 WIB dengan ketinggian maksimum 1 meter. Kondisi ini menyebabkan banjir di kawasan pesisir semakin meluas di delapan daerah: Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara, Pati, dan Rembang.
Menurut Lessy Andari, warga diminta siaga karena rob akan mengganggu aktivitas sehari-hari. "Mulai dari transportasi, bongkar muat barang di pelabuhan, budidaya perikanan darat, hingga petani garam," jelasnya.
Selain hujan dan gelombang, BMKG juga meminta kewaspadaan terhadap potensi angin kencang di sejumlah daerah, terutama di Jawa Tengah bagian selatan. Angin pada umumnya bertiup dari arah timur ke selatan dengan kecepatan 5-35 kilometer per jam.
Perubahan cuaca yang cepat dapat memengaruhi jadwal pelayaran, aktivitas pelabuhan, hingga mobilitas masyarakat antarwilayah. BMKG mengingatkan nelayan kecil untuk tidak memaksakan diri melaut jika kecepatan angin melebihi batas aman.