PATI — Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menilai persoalan utama UMKM di daerahnya bukan hanya pada pemasaran, tetapi juga pada administrasi keuangan yang kerap tidak terdokumentasi. Kondisi itu membuat banyak pelaku usaha kesulitan mengakses pembiayaan perbankan karena dianggap belum bankable.
Menurut Chandra, laporan keuangan yang rapi menjadi pintu masuk bagi pelaku usaha untuk mendapatkan suntikan modal dari lembaga keuangan. Bank selaku kreditur perlu melihat arus kas dan kelayakan usaha sebelum memutuskan memberikan pembiayaan.
“Pelaku UMKM jangan hanya berpikir bagaimana bertahan. Harus terus tumbuh, beradaptasi dengan modernisasi dan digitalisasi, serta meningkatkan daya saing sampai mampu menembus pasar ekspor,” kata Chandra dalam keterangannya, Rabu.
Chandra menegaskan bahwa perbankan seperti Bank Jateng akan lebih mudah memberikan pembiayaan apabila calon debitur memiliki catatan keuangan yang tertib. Ia meminta pelaku UMKM mulai membenahi administrasi usaha sejak sekarang.
“Mulai perbaiki laporan keuangannya. Dengan begitu, perbankan seperti Bank Jateng akan lebih mudah memberikan pembiayaan untuk mendorong usaha agar bisa berkembang,” ujarnya.
Selain akses permodalan, Chandra mendorong pelaku usaha menguasai teknologi digital. Pemanfaatan platform digital dinilai mampu memperluas jangkauan pemasaran produk lokal Pati ke pasar yang lebih luas tanpa membutuhkan biaya besar.
Pemerintah Kabupaten Pati tidak hanya berhenti pada imbauan. Chandra mengungkapkan rencana penyelenggaraan Car Free Night di Jalan Jenderal Sudirman pada September atau Oktober mendatang untuk memberikan ruang promosi bagi produk UMKM lokal.
Kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang interaksi antara pelaku usaha dan masyarakat. Chandra berharap momentum itu mampu memperkenalkan produk lokal sekaligus memperluas pasar.
“Kami merencanakan Car Free Night di Jalan Jenderal Sudirman. Ini bisa menjadi ruang bagi UMKM lokal untuk berkontribusi, mempromosikan, dan memperluas pasar produknya,” tuturnya.
Gebyar Fest 81 Bank Jateng digelar dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Acara ini diikuti pelaku UMKM se-Kabupaten Pati serta mitra binaan Bank Jateng.
Chandra mengapresiasi kolaborasi Bank Jateng dengan pemerintah daerah dalam pengembangan UMKM. Menurutnya, sinergi antara pemda, perbankan, dan pelaku usaha menjadi kunci agar UMKM Pati semakin berdaya saing.
“Kami berterima kasih kepada Bank Jateng atas kolaborasi dan kepeduliannya terhadap UMKM Pati. Ini harus terus diperkuat agar UMKM kita semakin maju dan berdaya saing,” pungkasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pimpinan Bank Jateng Cabang Koordinator Pati, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Pati, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah terkait.