Harga Pakan Masih Tinggi, Peternak Ayam Jateng Terjepit—Pemprov Minta Bulog Genjot Jagung SPHP

Penulis: Irfan Hakim  •  Kamis, 13 Agustus 2026 | 12:19:31 WIB
Peternak ayam di Jawa Tengah menyiapkan pakan ternak di tengah tingginya harga pakan dan turunnya harga jual produk.

SEMARANG — Peternak ayam di Jawa Tengah tengah terjepit. Di satu sisi, harga jual produk mereka cenderung turun karena pasokan melimpah. Di sisi lain, biaya produksi masih tinggi akibat mahalnya harga pakan.

Kondisi ini mendorong Dinas Pertanian dan Peternakan Hewan Jateng bergerak. Kepala Dinas, Defransisco Dasilva Tavares, menyebut bertambahnya jumlah peternak baru turut memicu ketidakseimbangan pasar. Fenomena ini dipicu munculnya peluang usaha setelah program pemenuhan kebutuhan pangan pemerintah, termasuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Harga Turun, Biaya Produksi Melonjak

Menurut Tavares, ketika pasokan ayam meningkat, harga produk peternakan otomatis tertekan. Kondisi itu diperparah dengan tingginya biaya produksi, terutama untuk pembelian pakan.

“Karena kalau secara hukum ekonomi, semakin banyak otomatis harga akan cenderung turun. Ini juga mungkin dipengaruhi beberapa unsur yang ada di dalam pakan yang masih berasal dari luar sehingga memengaruhi harga pakan,” kata Tavares saat ditemui di kantornya, kemarin.

Pemerintah Minta Produsen Pakan Tak Naikkan Harga

Pemerintah pusat telah meminta para produsen pakan menahan diri untuk tidak menaikkan harga di tengah kondisi yang dihadapi peternak. Pemerintah juga mendorong stabilisasi pasokan bahan baku pakan, terutama jagung yang porsinya mencapai sekitar 60 persen dari komposisi pakan ayam.

“Kami akan berkoordinasi dengan Bulog, agar penyaluran jagung melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dapat ditambah. Dengan demikian, kebutuhan jagung untuk industri peternakan bisa lebih banyak dipenuhi dari pasokan dalam negeri dan membantu menjaga biaya produksi peternak,” jelasnya.

Dorong Kemitraan Petani Jagung dan Peternak

Langkah lain yang disiapkan adalah mendorong kemitraan antara petani jagung dan peternak ayam sejak awal. Pola ini dinilai penting untuk memberi kepastian pasokan bahan baku bagi peternak, sekaligus kepastian pasar bagi petani sehingga gejolak harga dapat ditekan.

Meski demikian, diakui masih ada komponen tertentu dalam pakan yang berasal dari impor. Untuk mengurangi ketergantungan tersebut, pemerintah mendorong riset bahan baku alternatif lokal.

“Kami mendorong penelitian untuk menemukan bahan baku alternatif lokal sehingga ketergantungan terhadap bahan dari luar negeri dapat dikurangi,” pungkasnya.

Reporter: Irfan Hakim
Sumber: radioidola.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top