Prabowo Targetkan Mobil Listrik Nasional Produksi Massal Paling Lambat 2028, Pindad Jadi Pelaksana

Penulis: Gunawan Susilo  •  Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:35:01 WIB
Presiden Prabowo Subianto menargetkan produksi massal mobil listrik nasional paling lambat tahun 2028.

JAWA TENGAH — Ambisi pemerintah menghadirkan kendaraan roda empat buatan anak bangsa kembali ditegaskan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, ia menyebut ekosistem produksi mobil listrik nasional sudah mulai disiapkan, salah satunya dengan pembangunan kompleks besar di KM 84 ruas Purwakarta-Subang.

"Tadi saya dijelaskan ada ekosistem yang dibangun untuk mobil listrik kita," ungkap Prabowo, Kamis (14/8).

Danantara Siap Danai Proyek Strategis Jangka Panjang

Proyek ini tidak hanya mengandalkan APBN. Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara diarahkan menjadi instrumen pembiayaan utama melalui skema Danantara Development Management Fund (DDMF). Dana tersebut dirancang untuk membiayai proyek-proyek strategis jangka panjang yang dinilai penting bagi ketahanan industri nasional.

Menurut Prabowo, mobil listrik nasional masuk dalam kategori proyek prioritas yang membutuhkan pendanaan besar dan berkelanjutan. "Mobil listrik Indonesia yang kita berharap paling lambat tahun 2028 sudah produksi besar-besaran," tegasnya.

PT Pindad Jadi Pelaksana, Sedan Listrik Jadi Model Pertama

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan PT Pindad akan menjalankan langsung proyek kendaraan roda empat ini. BUMN tersebut nantinya tidak hanya memproduksi satu model, melainkan multi produk dengan sedan listrik sebagai model yang sempat dibahas Prabowo saat kunjungan ke Magelang, Jawa Tengah.

"Salah satunya sedan listrik, tentunya nanti ada multi produk (yang diproduksi Pindad)," kata Airlangga dalam kesempatan terpisah.

Langkah Konkret: Pertemuan Pindad dan Danantara

Percepatan proyek ini mulai terlihat dari agenda internal BUMN. Tedok Bharata, Wakil Kepala BP BUMN, baru saja menggelar pertemuan dengan CTO BPI Danantara serta Direktur Utama Pindad, Sigit P. Santosa. Pertemuan itu membahas percepatan pengembangan mobil nasional sebagai bagian dari penguatan industri otomotif dalam negeri.

Pengembangan ini diarahkan untuk memperkuat ekosistem industri otomotif nasional, menciptakan lapangan kerja baru, mendorong inovasi anak bangsa, serta meningkatkan nilai tambah bagi perekonomian. Dengan target produksi massal pada 2028, pemerintah memberi tenggat waktu kurang dari dua tahun untuk menyelesaikan tahap pengembangan dan uji produksi.

Reporter: Gunawan Susilo
Sumber: otomotif.katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top