Live Project 2026 Semarang Lengkapi Line-Up dengan Sheila On 7, Usung Konsep "Mens Sambat" Bareng NKSTHI

Penulis: Irfan Hakim  •  Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:04:01 WIB
Sheila On 7 resmi melengkapi line-up Live Project 2026 di Semarang bersama sembilan musisi lainnya.

SEMARANG — Kepastian kehadiran band asal Yogyakarta itu melengkapi deretan penampil yang sebelumnya telah diumumkan, seperti Good Morning Everyone, Lomba Sihir, Kunto Aji, Mahalini, Afgan, dan The Changcuters. Kombinasi musisi lintas generasi ini diharapkan mampu menarik puluhan ribu penonton dari berbagai kalangan usia.

Kolaborasi dengan NKSTHI, Sambat Jadi Sarana Lepas Stres

Pembaruan paling mencolok dari edisi keempat ini hadir lewat kerja sama dengan NKSTHI lewat konsep "Mens Sambat in Corpore Sano". Ide kreatif ini lahir dari evaluasi penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya yang dinilai kurang relevan dengan dinamika harian anak muda.

Festival Director MHT Live, Adi Sudono Rahmat, menyebut kolaborasi ini merupakan langkah nyata untuk merespons masukan penonton. Pihaknya tidak hanya membenahi aspek operasional, tetapi juga mencoba menghadirkan pengalaman yang lebih menyenangkan.

"Kami sudah mendengarkan berbagai masukan dari penyelenggaraan sebelumnya. Kami memandang semua masukan tersebut sebagai bagian penting dari proses kami belajar. Tahun ini kami tidak hanya melakukan pembenahan secara operasional. Bersama NKSTHI, kami juga mencoba menghadirkan pendekatan baru melalui Mens Sambat in Corpore Sano, agar pengalaman penonton/pengunjung di Live Project tahun ini terasa lebih relevan dan menyenangkan," kata Adi Sudono Rahmat, Jumat (14/8/2026).

Sepanjang perjalanan menuju area pagelaran, pengunjung akan disuguhkan instalasi visual dan bahasa sehari-hari yang interaktif. Hal ini dirancang untuk memberi ruang bagi para penonton merayakan keluh kesah harian sebagai sarana pelepasan stres.

Apresiasi Adam Subarkah untuk Pembenahan Operasional

Manajer sekaligus bassist Sheila On 7, Adam Subarkah, memberikan respons positif terhadap komitmen penyelenggara dalam meningkatkan kualitas festival. Ia menilai pembenahan manajemen arus pengunjung hingga penataan suara menjadi modal penting bagi Live Project untuk terus bertumbuh.

"Kami melihat Live Project punya potensi menjadi salah satu momen yang harus dinantikan setiap tahun. Harapannya, penonton bisa datang, menikmati konser dengan nyaman, dan pulang membawa pengalaman yang menyenangkan," kata Adam.

Sejak pertama kali digelar pada 2022, Live Project memang terus bertransformasi menjadi salah satu festival musik tahunan terbesar di Semarang. Evaluasi menyeluruh dilakukan terhadap kenyamanan fasilitas, crowd management, hingga peningkatan kualitas sound system.

Respons NKSTHI dan Komitmen Penyelenggara ke Depan

Perwakilan NKSTHI, Mas Aik, mengungkapkan bahwa kolaborasi ini berawal dari visi yang sama untuk merespons dinamika harian anak muda secara lebih ringan. Sambat, menurutnya, bukan sekadar keluhan, melainkan bagian dari pengalaman yang harus dijalani dengan cara menyenangkan.

"Ketika ngobrol dengan Live Project, kami melihat ada semangat yang sama: masalah yang memang bisa diperbaiki tentu harus diperbaiki, tetapi pengalaman yang tetap harus dijalani bisa kita respons dengan cara yang lebih menyenangkan. Dari situ lah kami mencoba membawa sambat menjadi bagian dari pengalaman Live Project tahun ini," sambung Mas Aik.

Adi menegaskan bahwa setiap evaluasi dari penyelenggaraan sebelumnya harus diterjemahkan menjadi langkah nyata. Pihaknya berkomitmen menghadirkan festival yang tidak hanya berkembang secara skala, tetapi juga semakin dewasa dan bermakna bagi audiensnya.

"Bagi kami, setiap evaluasi harus diterjemahkan menjadi langkah nyata, setiap masukan menjadi bagian dari pembelajaran, dan setiap pembaruan menjadi bentuk komitmen kami untuk terus bertumbuh bersama audiens," tutup Adi.

Reporter: Irfan Hakim
Sumber: lingkar.news This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top