Produksi Padi Jateng Capai 9,39 Juta Ton, 100 Petani Sukoharjo Panen Raya 6 Ton per Hektare Jelang HUT ke-81

Penulis: Irfan Hakim  •  Minggu, 16 Agustus 2026 | 22:07:01 WIB
Petani memanen padi di sawah Desa Gentan, Sukoharjo, dalam panen raya yang melibatkan lebih dari 100 petani Gapoktan Sari Tani.

SUKOHARJO — Hamparan sawah seluas 264 hektare di Desa Gentan, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, menjadi saksi panen raya yang melibatkan lebih dari 100 petani. Mereka tergabung dalam Gapoktan Sari Tani dan berhasil memanen lebih dari enam ton padi per hektare pada musim tanam kedua 2026.

Ketua Gapoktan Desa Gentan, Joko Mursito, mengatakan momen panen raya ini tidak hanya soal hasil produksi. Para petani sekaligus menyampaikan kebutuhan mereka secara langsung kepada pemerintah, mulai dari ketersediaan air, listrik untuk sumur pertanian, hingga perbaikan jalan usaha tani.

"Alhamdulillah petani Desa Gentan senang, karena aspirasi kami langsung ditangkap Pak Gubernur. Kami merasa diperhatikan dan nyaman," kata Joko Mursito, 24 Juni 2026.

Produksi Padi Jateng Capai 15 Persen Pasokan Nasional

Kisah petani Gentan menjadi gambaran penguatan sektor pertanian yang dilakukan Pemprov Jawa Tengah. Pada 2025, produksi padi provinsi ini mencapai 9,39 juta ton gabah kering giling (GKG) dari luas panen sekitar 1,67 juta hektare.

Angka tersebut naik sekitar 493.684 ton dibandingkan tahun sebelumnya. Kontribusi Jateng setara 15 persen dari produksi pangan nasional.

Target produksi 2026 bahkan lebih ambisius, yakni 10.559.679 ton GKG. Hingga Januari-Juli 2026, realisasinya diproyeksikan mencapai 6,74 juta ton atau sekitar 63,43 persen dari target tahunan.

Bantuan Irigasi Ubah Lahan di Rembang Jadi 3 Kali Panen

Dukungan pemerintah juga dirasakan Kelompok Tani Budi Luhur di Desa Mojorembun, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang. Sebanyak 80 petani kini mampu menanam padi hingga tiga kali dalam setahun setelah mendapat bantuan irigasi perpompaan (irpom) dan alat mesin pertanian.

Sebelumnya, lahan sekitar 35 hektare itu hanya bisa ditanami padi sekali setahun. Kini produksinya mencapai sekitar 7-7,5 ton per hektare.

"Sejak mendapat bantuan irpom, petani di sini bisa merasakan panen tiga kali," ujar Karyono, anggota Kelompok Tani Budi Luhur.

Mekanisasi Sepur: Lahan 2 Hektare Selesai dalam Sehari

Pemprov Jateng mempercepat panen melalui mekanisasi terintegrasi atau sistem sepur. Mesin pengolah tanah, mesin tanam, penyemprot dekomposer, hingga mesin panen digunakan secara berurutan agar lahan cepat ditanami kembali.

Untuk lahan dua hektare, pekerjaan yang biasanya butuh 10 hari secara manual kini bisa diselesaikan dalam satu hari. Pemprov juga merehabilitasi 334 paket jaringan irigasi tersier dan membangun 75 paket irigasi perpipaan.

Bantuan alat pertanian meliputi 100 mesin tanam padi, 86 traktor crawler, 30 traktor roda empat, 100 pompa air, dan 10 combine harvester. Perlindungan risiko usaha tani disiapkan melalui Asuransi Usaha Tani Padi untuk 10.449 hektare serta subsidi suku bunga bagi 800 paket pembiayaan petani.

Gubernur: Petani Penjaga Masa Depan Bangsa

Gubernur Ahmad Luthfi menilai capaian produksi tersebut merupakan hasil kerja keras petani dan kolaborasi pemerintah dalam menjaga lahan, irigasi, sarana produksi, serta teknologi pertanian. Ia menegaskan, petani bukan sekadar penanam, tetapi penjaga masa depan bangsa.

"Gapoktan kita openi, dari mulai pembibitan, pemupukan, sampai pascapanen," katanya.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah Defransisco Dasilva Tavares mengingatkan, peningkatan produksi harus diikuti distribusi yang baik. Hal ini agar surplus pangan bisa merata dan menjaga stabilitas harga.

"Yang perlu menjadi perhatian berikutnya adalah distribusi, agar surplus ini bisa merata dan menjaga stabilitas harga," ujarnya.

Tantangan seperti perubahan musim, kekeringan, alih fungsi lahan, dan distribusi hasil panen masih menjadi pekerjaan bersama. Pemprov Jateng terus mendorong pemetaan wilayah rawan kekeringan, pipanisasi, sumurisasi, serta pemanfaatan sumber air baku. Sekitar 17 ribu pompa telah diterima untuk disalurkan sesuai kebutuhan daerah.

Reporter: Irfan Hakim
Sumber: jatengnews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top