United Tractors Rangkul 7.991 Peserta Lewat Program 'UNTUK Indonesia', dari Ruang Belajar hingga Aksi Nyata

Penulis: Faizal Ramadhan  •  Senin, 17 Agustus 2026 | 12:00:01 WIB
Sebanyak 7.991 peserta mengikuti enam sesi Learning Festival dalam program UNTUK Indonesia yang digelar United Tractors di Jawa Tengah.

JAWA TENGAH — Program yang mengusung semangat "Tumbuh untuk Berdampak dan Berkarya dengan Karakter" ini menghadirkan tiga pilar utama: Learning Festival, Business Forum, serta Competition & Campaign. Lewat tiga pilar tersebut, UT mempertemukan generasi muda, profesional, hingga pemimpin industri dalam satu ruang kolaborasi.

Learning Festival: Menjawab Kebutuhan Generasi Muda

Antusiasme publik terhadap pilar Learning Festival terbilang tinggi. Tercatat 7.991 orang mendaftar, mulai dari siswa SMA/SMK, mahasiswa, fresh graduates, hingga masyarakat umum. Mereka mengikuti enam sesi yang menghadirkan 29 pembicara untuk memperdalam wawasan seputar future-ready skills, kepemimpinan, dan kesiapan menghadapi dunia kerja.

Direktur Human Capital, Communications & Sustainability UT, Ari Sutrisno, menegaskan bahwa program ini adalah gerakan bersama. "UNTUK Indonesia bukan sekadar rangkaian kegiatan, tetapi sebuah gerakan untuk mengajak kita semua menyadari bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berkontribusi. Kita dapat memulainya dari hal sederhana: terus belajar, berbagi ilmu, menjadi teladan, dan menggunakan apa yang kita miliki untuk memberikan manfaat bagi orang lain," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (17/8).

Business Forum: Menakar Masa Depan Industri

Di sisi lain, Business Forum menjadi ruang diskusi bagi para pemimpin industri dan profesional. Sebanyak 16 pembicara dari kalangan executives, leaders, talents, dan experts membahas isu-isu strategis di enam sesi yang diikuti 1.134 peserta. Topik yang diangkat pun beragam, mulai dari transformasi tenaga kerja, kepemimpinan, kecerdasan buatan (AI), digitalisasi, hingga teknologi hijau dan keberlanjutan.

Salah satu pesan kunci yang mengemuka adalah pentingnya peran pemimpin dalam menyiapkan keberlanjutan organisasi. Ari menambahkan, kepemimpinan yang baik tidak hanya diukur dari kinerja, tetapi juga dari kemampuannya melahirkan pemimpin baru. "Kepemimpinan juga ditunjukkan melalui keteladanan sehari-hari, bagaimana seorang pemimpin menghadapi tekanan, mendengarkan tim, menerima perbedaan pandangan, serta memberikan ruang bagi orang lain untuk tumbuh," imbuhnya.

Kampanye #LifeWithManner: Dari Etika Menjadi Aksi

Semangat tersebut dipertegas melalui pesan "Sedekah Ilmu Dimulai dari Kita" yang diwujudkan dalam gerakan #LearningCulture dan #LifeWithManner. Puncaknya, program Competition & Campaign berhasil mengumpulkan 1.168 video dari publik untuk kampanye #LifeWithManner. Dari jumlah tersebut, terpilih 12 finalis yang berkompetisi di grand final dalam empat kategori: #MannerDiSekolah, #MannerDiKampus, #MannerDiMasyarakat, dan #MannerDiLingkunganKerja.

Proses penjurian melibatkan 17 juri dalam tiga babak penilaian. Momen grand final & closing menjadi puncak acara yang menampilkan karya terbaik peserta dan apresiasi bagi para kolaborator. Acara ini juga dimeriahkan penampilan dari UT School yang menampilkan calon mekanik dan instruktur SMK, Sanggar Tari PAMA, hingga drumband military band Gema Dinamika SMK Dinamika Pembangunan 2 Jakarta Timur yang merupakan binaan CSR UT.

Melalui rangkaian ini, UT ingin memastikan pembelajaran tidak berhenti di ruang kelas atau forum diskusi. "Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat dibagikan kembali, menciptakan efek berantai yang mendorong lebih banyak individu untuk tumbuh dan memberikan manfaat bagi sesama," pungkas Ari. Dengan begitu, program ini menjadi investasi jangka panjang UT untuk mencetak generasi yang tidak hanya cakap secara profesional, tetapi juga memiliki karakter dan kepedulian sosial yang kuat.

Reporter: Faizal Ramadhan
Sumber: tambang.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top