Semarang Onthel Community dan Kosti Jateng Gelar Upacara HUT ke-81 RI di Tugu Muda, 17 Kali Berturut-turut

Penulis: Hendra Wijaya  •  Senin, 17 Agustus 2026 | 15:51:31 WIB
Puluhan anggota Semarang Onthel Community dan Kosti Jateng mengikuti upacara HUT ke-81 RI di Tugu Muda, Semarang, Senin (17/8).

SEMARANG — Ribuan mata tertuju pada deretan peserta upacara yang tampil berbeda di Tugu Muda, Senin (17/8) pagi. Puluhan anggota komunitas sepeda tua tidak datang dengan pakaian bebas, melainkan mengenakan kostum bergaya pejuang zaman kemerdekaan, lengkap dengan atribut perjuangan.

Mereka adalah bagian dari Semarang Onthel Community dan Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) Jawa Tengah. Meski hanya dihadiri puluhan orang, kekhidmatan upacara peringatan Detik-Detik Proklamasi ke-81 ini terasa begitu kuat di bawah rindangnya pohon-pohon di kawasan Tugu Muda.

Rangkaian upacara berjalan lancar, mulai dari penghormatan kepada bendera Merah Putih, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, hingga prosesi mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan.

Bukan Sekadar Kostum, tapi Cara Menghayati Perjuangan

Ketua Semarang Onthel Community sekaligus Ketua Kosti Provinsi Jawa Tengah, Bob Riza, menegaskan pemilihan kostum perjuangan bukan tanpa alasan. Baginya, pakaian tersebut menjadi jembatan emosi agar anggota komunitas dapat lebih dekat dengan suasana perjuangan para pahlawan.

"Dengan menggunakan kostum seperti ini saya rasa kami semakin menyatu dan semakin bisa merasakan ketika pahlawan-pahlawan kita berjuang untuk merdeka dan merebut kembali kemerdekaan," ujarnya kepada beritajateng.tv usai upacara.

Bob menambahkan, komunitas sepeda tua tidak hanya sekadar melestarikan kendaraan lawas. Melalui kegiatan rutin ini, mereka berupaya menumbuhkan semangat nasionalisme di antara anggota. Ia berharap kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) semakin mengakar kuat.

"Kami berharap jiwa kecintaan mereka terhadap Indonesia, terhadap NKRI ini semakin kuat lagi," tuturnya.

Mengapa Tugu Muda? Ini Alasannya

Tugu Muda bukan lokasi yang dipilih secara acak. Bob menjelaskan, monumen tersebut memiliki keterkaitan erat dengan sejarah Pertempuran Lima Hari di Semarang, sebuah peristiwa heroik mempertahankan kemerdekaan.

"Ini kan salah satu monumen Pertempuran Lima Hari di Semarang. Kami di sini merasa nyaman sekali," jelasnya.

Menariknya, tradisi upacara kemerdekaan ini telah berlangsung lama. Bob mengungkapkan, ini merupakan kali ke-17 komunitasnya menggelar upacara di Tugu Muda. Sebelumnya, kegiatan serupa pernah digelar di halaman dalam Lawang Sewu, namun hanya satu sampai dua kali sebelum akhirnya berpindah ke Tugu Muda.

"Pagi hari ini kami mengadakan upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81. Kebetulan ini juga ke-17 kalinya kami mengadakan upacara di Tugu Muda ini," ungkapnya.

Mencium Bendera, Simbol Kecintaan pada Tanah Air

Setelah upacara usai, suasana haru masih menyelimuti para peserta. Sesi mencium bendera Merah Putih menjadi puncak kegiatan. Satu per satu anggota komunitas dengan tertib menunjukkan penghormatan kepada simbol negara sebagai bentuk kecintaan terhadap Tanah Air.

Pemandangan ini menjadi pengingat bahwa semangat nasionalisme dapat dirayakan dengan berbagai cara. Melalui sepeda tua dan kostum perjuangan, komunitas ini membuktikan bahwa kecintaan pada negeri tidak pernah lekang oleh zaman.

Reporter: Hendra Wijaya
Sumber: beritajateng.tv This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top