Kisah Kelahiran Nabi Muhammad SAW: Makna Nama Muhammad dan Ahmad yang Jarang Diketahui

Penulis: Hendra Wijaya  •  Selasa, 18 Agustus 2026 | 09:23:01 WIB
Suasana peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Jawa Tengah pada 12 Rabiul Awal menjadi momen refleksi atas risalah yang dibawa Rasulullah.

JAWA TENGAH — Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW pada 12 Rabiul Awal bukan sekadar penanda sejarah kelahiran manusia pilihan Allah SWT. Momen ini menjadi refleksi atas risalah yang dibawanya. Di balik perayaan tersebut, tersimpan kisah menarik soal pemberian nama "Muhammad" yang saat itu dianggap tidak lazim di masyarakat Arab.

Kabar Malaikat kepada Aminah

Imam Ibnu Hisyam dalam al-Sirah al-Nabawiyyah mencatat penuturan Sayyidah Aminah binti Wahab, ibunda Nabi Muhammad SAW. Saat mengandung, ia mendapat kabar dari malaikat bahwa dirinya mengandung pemimpin umat. Aminah kemudian diminta menamai bayi itu dengan sebutan Muhammad.

Alasan Abdul Muttalib Pilih Nama Muhammad

Keputusan Abdul Muttalib memberi nama Muhammad sempat menuai pertanyaan dari masyarakat Quraisy. Nama itu tidak dikenal dalam silsilah keluarga maupun tradisi penamaan Arab saat itu.

Saat ditanya alasannya, Abdul Muttalib menjawab dengan penuh keyakinan, "Aku berharap seluruh penduduk bumi akan memujinya." Jawaban ini menunjukkan harapan besar bahwa cucunya kelak menjadi sosok yang dipuji umat manusia di seluruh dunia.

Menariknya, nama Muhammad bukanlah hal yang benar-benar asing pada masa itu. Imam al-Suhaili dalam al-Raudl al-Unuf mencatat tiga orang sebelum kelahiran Nabi Muhammad SAW yang telah menamai anak mereka dengan sebutan Muhammad. Mereka melakukannya setelah mendengar kabar tentang akan lahirnya seorang nabi dari wilayah Hijaz.

Makna Nama Muhammad dan Ahmad

Secara bahasa, nama Muhammad berasal dari akar kata Mahmud yang berarti orang yang dipuji. Namun, kata Muhammad memiliki intensitas makna lebih kuat, yakni orang yang banyak atau terus-menerus dipuji.

Imam al-Suhaili menjelaskan, "Adapun Muhammad diambil dari sifat, dan ia memiliki makna Mahmud. Tetapi di dalamnya terdapat makna mubalaghah (penguatan) dan tikrar (pengulangan)." Artinya, pujian kepada Nabi Muhammad SAW tidak hanya sekali, melainkan berulang kali sepanjang masa.

Sementara itu, nama Ahmad memiliki makna yang erat kaitannya dengan pujian kepada Allah SWT. Nama ini disebut dalam lisan Nabi Isa AS dan Nabi Musa AS. Ahmad dimaknai sebagai sosok yang paling banyak memuji Allah SWT dibandingkan orang-orang yang memuji-Nya.

Perbedaan Pendapat soal Tanggal Kelahiran

Mayoritas ulama sepakat bahwa Nabi Muhammad SAW lahir pada hari Senin, 12 Rabiul Awal, Tahun Gajah ('âm al-fîl). Pendapat ini diriwayatkan dari Ibnu Abbas dan dinilai sahih oleh sejumlah ahli sejarah.

Meski demikian, terdapat riwayat lain yang menyebut kelahiran Nabi Muhammad SAW terjadi pada bulan Ramadan atau bahkan sebelum Tahun Gajah. Imam al-Dzahabi menilai riwayat-riwayat tersebut lemah dan tidak dapat dijadikan pegangan.

Terlepas dari perbedaan pendapat mengenai detail waktu kelahiran, hari Senin disebut Rasulullah SAW sebagai hari kelahirannya sekaligus hari diturunkannya wahyu pertama. Dalam hadis riwayat Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda, "Itu adalah hari aku dilahirkan, dan pada hari itu pula wahyu diturunkan kepadaku."

Hari kelahiran ini pun diabadikan Rasulullah SAW dengan ibadah puasa sunnah setiap pekannya. Bagi umat Islam, bulan Rabiul Awal menjadi pengingat untuk kembali meneladani akhlak, perjuangan, dan risalah yang dibawa Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Reporter: Hendra Wijaya
Sumber: erakini.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top