PLN Kawal Listrik Upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka, 11 Ribu Personel Disiagakan di Seluruh Indonesia

Penulis: Hendra Wijaya  •  Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:23:58 WIB
Petugas PLN memeriksa pasokan listrik di kawasan Istana Merdeka, Jakarta, jelang upacara HUT ke-81 RI.

JAWA TENGAH — Ketua panitia upacara, Deputi Administrasi Sekretariat Presiden Rika Kiswardani, memberikan apresiasi khusus kepada PLN atas kesiapsiagaan luar biasa yang ditunjukkan. Menurutnya, seluruh potensi gangguan telah diantisipasi sejak dini sehingga jalannya upacara di Istana Merdeka berlangsung khidmat.

"Ini suatu hal yang cukup membanggakan karena kesiapsiagaannya luar biasa, dijaga betul, jangan sampai setitikpun kekeliruan di lapangan sudah diantisipasi, sehingga kita yakin betul dalam pelaksanaannya," ujar Rika.

Pengamanan Lima Lapis di Istana Merdeka

Untuk lokasi paling krusial, PLN tidak hanya mengandalkan pasokan utama. Sistem kelistrikan di kawasan Istana Merdeka ditopang oleh dua subsistem dan empat gardu induk yang saling terhubung. Sebagai cadangan, perusahaan menyiapkan empat penyulang, empat unit genset, dan delapan unit Uninterruptible Power Supply (UPS) yang ditempatkan langsung di titik-titik strategis.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan bahwa peringatan kemerdekaan adalah momentum sakral yang harus didukung penuh. "Listrik yang terjaga ini adalah wujud dedikasi kami untuk Indonesia yang maju dan merdeka seutuhnya," katanya.

Siaga di Berbagai Daerah, dari Sumatera hingga NTT

Upaya pengamanan tidak hanya terpusat di Jakarta. Di Sumatera Utara, PLN menerjunkan 3 ribu personel yang disebar di 311 titik strategis. Sementara itu, di Jawa Timur, kesiapan diperkuat dengan 5 ribu personel dan 1.309 unit peralatan pendukung seperti genset, UPS, gardu bergerak, hingga armada crane dan skylift.

Di kawasan Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat, sebanyak 2 ribu personel dikerahkan untuk menjaga 79 posko siaga dan 61 lokasi prioritas. Mereka juga menyiapkan 471 kendaraan operasional untuk mempercepat respons jika terjadi gangguan.

Indonesia Timur tidak luput dari perhatian. Di Nusa Tenggara Timur (NTT), PLN menurunkan 1.406 personel yang diperkuat 133 unit peralatan dan 321 kendaraan operasional. Seluruh personel dilengkapi material cadangan untuk mengantisipasi gangguan di lokasi-lokasi prioritas.

Persiapan Matang Sejak Awal Agustus

Darmawan menjelaskan, keberhasilan ini bukan kebetulan. Sejak awal Agustus, PLN telah melakukan asesmen menyeluruh terhadap sistem kelistrikan, simulasi beban, hingga pengujian peralatan. Koordinasi antarunit juga diperkuat dan pengamanan disesuaikan dengan karakteristik kebutuhan masing-masing daerah.

"Alhamdulillah, seluruh rangkaian upacara dapat berlangsung dengan aman dan lancar," lanjut Darmawan.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang memberikan arahan dan dukungan penuh selama masa persiapan. Menurut Darmawan, kolaborasi ini menjadi kekuatan untuk memastikan sistem kelistrikan nasional selalu siap mendukung setiap agenda penting bangsa.

"Ini adalah bentuk pengabdian kami untuk hadir dalam setiap momentum penting bangsa. Kami ingin seluruh rangkaian upacara dapat berlangsung dengan khidmat, lancar, dan masyarakat dapat merayakan kemerdekaan dengan penuh kebanggaan," pungkasnya.

Reporter: Hendra Wijaya
Sumber: kotaku.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top