PATI — Kastomo menilai kesalahan pengucapan yang dilakukan Plt Bupati Pati dalam sebuah agenda resmi bukanlah sesuatu yang perlu direspons berlebihan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih mengedepankan rasa empati dan memaklumi kondisi seorang pemimpin daerah yang tengah menjalani rangkaian tugas yang melelahkan.
Menurut politisi yang membidangi pemerintahan tersebut, dalam sepekan terakhir Plt Bupati Pati harus menghadiri hingga tiga kegiatan dalam sehari. Kondisi ini, lanjutnya, sangat mungkin memicu kelelahan fisik dan mental yang berdampak pada konsentrasi saat bertugas.
Kastomo menjelaskan bahwa sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi budaya Jawa, sudah sepantasnya insiden semacam ini disikapi dengan bijaksana dan penuh pengertian. Ia menekankan bahwa tidak ada manusia yang luput dari kesalahan, terutama ketika sedang berada dalam tekanan tugas.
“Sebagai warga Pati yang berbudaya Jawa, harapannya masyarakat bisa memaafkan. Di bulan Agustus ini, selain Hari Jadi Pati juga ada HUT RI, kegiatannya sangat padat. Bapak Plt Bupati dalam sehari bisa menghadiri tiga kegiatan, sehingga saya sangat memaklumi kelelahan beliau,” jelasnya, Rabu, 19 Agustus 2026.
Lebih lanjut, Kastomo berharap polemik terkait insiden tersebut segera mereda. Ia mengajak seluruh warga Pati untuk mengalihkan perhatian pada agenda-agenda pembangunan yang dinilai jauh lebih krusial bagi kemajuan daerah.
Ia menegaskan bahwa menjaga situasi tetap kondusif merupakan tanggung jawab bersama. Alih-alih terus memperpanjang perdebatan, momen ini justru bisa dijadikan pelajaran berharga bagi semua pihak agar ke depannya lebih berhati-hati.
“Yang terpenting adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga Pati tetap kondusif. Kesalahan bisa menjadi bahan evaluasi agar kedepan tidak terulang kembali,” katanya.