Sekolah Kedinasan Kemenhub 2026 Buka 891 Formasi, Ini Syarat dan Jadwalnya

Penulis: Irfan Hakim  •  Sabtu, 22 Agustus 2026 | 10:36:02 WIB
formasi sekolah kedinasan Kemenhub 2026 dibuka untuk lulusan SMA/SMK melalui portal SSCASN BKN.

Kementerian Perhubungan membuka 891 formasi untuk seleksi calon taruna dan taruni sekolah kedinasan 2026. Pendaftaran berlangsung 18–30 Agustus 2026 melalui portal SSCASN BKN, dengan usia maksimal pelamar 23 tahun per 1 September 2026.

Peluang menempuh pendidikan di sekolah kedinasan kembali terbuka bagi lulusan SMA, SMK, dan sederajat. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyediakan 891 formasi yang terbagi dalam dua jalur, yaitu Pola Pembibitan Kemenhub dan Pola Pembibitan Pemerintah Daerah (Pemda).

Proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui portal SSCASN BKN. Calon peserta wajib membuat akun terlebih dahulu sebelum mengisi formulir dan mengunggah dokumen persyaratan.

Kualifikasi Umum Calon Taruna dan Taruni

Seleksi ini menyasar Warga Negara Indonesia (WNI) dengan rentang usia 16–23 tahun per 1 September 2026. Peserta juga harus berstatus belum menikah dan bersedia tidak menikah selama masa pendidikan berlangsung.

  • Usia: minimal 16 tahun dan maksimal 23 tahun per 1 September 2026.
  • Status: belum pernah menikah dan sanggup tidak menikah selama seleksi maupun pendidikan.
  • Ketentuan fisik (laki-laki): tidak memiliki tato atau bekas tato, tidak bertindik atau memiliki bekas tindik di telinga maupun anggota tubuh lain.
  • Pengecualian tindik: diperbolehkan jika karena ketentuan agama atau adat, dibuktikan dengan surat keterangan dari pemuka agama/adat saat tes kesehatan.
  • Formasi khusus: tersedia ketentuan tambahan bagi peserta formasi Orang Asli Papua (OAP).

Setiap program studi atau sekolah kedinasan dapat memiliki persyaratan khusus yang berbeda. Calon peserta disarankan membaca informasi resmi secara menyeluruh sebelum menentukan pilihan.

Alur dan Tahapan Seleksi

Setelah dinyatakan lolos seleksi administrasi, peserta mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) berbasis Computer Assisted Test (CAT). Materi yang diujikan meliputi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP).

Peserta yang memenuhi ambang batas nilai akan melanjutkan ke tahapan seleksi lanjutan sesuai ketentuan Kemenhub dan sekolah kedinasan yang dipilih. Informasi jadwal rinci tahap lanjutan akan diumumkan melalui kanal resmi masing-masing instansi.

Jadwal Pendaftaran dan Seleksi

Berikut jadwal utama yang perlu dicatat calon peserta:

  • Pengumuman seleksi: 15 Agustus 2026
  • Pendaftaran: 18–30 Agustus 2026 (hingga pukul 23.59 WIB)
  • Seleksi administrasi: 18 Agustus–1 September 2026
  • Pengumuman hasil administrasi: 2–3 September 2026
  • Pelaksanaan SKD: akhir September–awal Oktober 2026

Cara Mendaftar di Portal SSCASN

Pendaftaran hanya dilakukan melalui portal SSCASN BKN. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Buka portal SSCASN BKN dan buat akun menggunakan data diri yang valid.
  2. Login dengan akun yang telah dibuat.
  3. Pilih menu pendaftaran sekolah kedinasan.
  4. Pilih instansi Kementerian Perhubungan.
  5. Pilih sekolah atau program studi yang tersedia sesuai kualifikasi.
  6. Lengkapi biodata, data pendidikan, dan unggah dokumen persyaratan.
  7. Periksa kembali seluruh data sebelum submit.
  8. Simpan atau cetak bukti pendaftaran untuk tahapan selanjutnya.

Persiapan yang Perlu Dilakukan

Waktu pendaftaran yang hanya 13 hari menuntut kesiapan dokumen sejak awal. Siapkan scan ijazah, akta kelahiran, KTP, dan dokumen pendukung lain sebelum tanggal 18 Agustus agar proses unggah berjalan lancar.

Pelajari juga materi SKD sejak dini. Tiga komponen tes — TWK, TIU, dan TKP — membutuhkan latihan soal yang konsisten untuk memenuhi passing grade.

Bagi yang memenuhi seluruh persyaratan, kesempatan ini layak diperjuangkan. Pendidikan di sekolah kedinasan Kemenhub tidak hanya membuka jalan menjadi aparatur sipil negara, tetapi juga memberikan keahlian khusus di sektor transportasi yang dibutuhkan negeri ini.

Reporter: Irfan Hakim
Sumber: bicaranetwork.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top