KEBUMEN — Kegiatan ekstrakurikuler Karya Ilmiah Remaja (KIR) di MAN 1 Kebumen menjadi motor penggerak lahirnya inovasi yang memadukan sains, seni, dan kepedulian lingkungan. Dalam festival yang berlangsung akhir pekan ini, madrasah tersebut tidak sekadar memajang karya, tetapi juga menunjukkan bagaimana proses pembelajaran dapat diarahkan menjadi solusi atas persoalan lingkungan.
Produk yang dipamerkan antara lain resin craft dengan preservasi bunga kering, sabun eco enzyme, mug eco print, batik tulis, hingga botol hidrogel sebagai media tanam estetis. Seluruh bahan baku yang digunakan berasal dari limbah rumah tangga dan dedaunan di sekitar lingkungan madrasah.
Kepala MAN 1 Kebumen, H. Muhiban, S.Ag., M.Pd.I., menegaskan bahwa keterlibatan siswanya dalam festival ini merupakan bukti nyata bahwa literasi di madrasah mampu menyinergikan berbagai bidang keilmuan.
"Partisipasi MAN 1 Kebumen di Festival Literasi Kebumen 2026 ini menjadi bukti nyata bahwa literasi di madrasah mampu menyinergikan sains, seni, dan kepedulian lingkungan (eco-literacy)," jelasnya.
Menurutnya, pendekatan ini dirancang untuk membekali siswa dengan kemampuan melihat peluang dari permasalahan di sekitar mereka. Proses mengubah sampah menjadi produk bernilai jual diharapkan mampu menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini.
Pengembangan produk-produk tersebut tidak lepas dari peran pembina ekstrakurikuler KIR yang mendorong siswa untuk bereksperimen secara mandiri. Perpaduan antara riset sederhana dan pemanfaatan bahan alami membuat produk yang dihasilkan tidak hanya estetis, tetapi juga fungsional.
Selain minuman kesehatan, madrasah ini juga menampilkan eco enzyme yang dikenal sebagai cairan serbaguna dari fermentasi limbah organik. Produk semacam ini dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat akan gaya hidup ramah lingkungan.
Kehadiran MAN 1 Kebumen di festival ini menegaskan bahwa tantangan literasi masa kini menuntut pendekatan yang lebih luas. Siswa tidak cukup hanya menjadi pembaca dan penulis, tetapi juga perlu menjadi pencipta, peneliti, sekaligus inovator.
"Melalui ajang ini, kami ingin melatih jiwa kewirausahaan dan kreativitas siswa, sekaligus mengenalkan secara luas potensi serta prestasi MAN 1 Kebumen sebagai lembaga pendidikan Islam yang unggul, kreatif, dan berdaya saing," ujar Muhiban.
Pengisian Stand 3 dikoordinasikan langsung oleh Laode Muhamad Kabarakati Mondolalo dengan dukungan penuh dari para guru dan siswa. Jika konsisten dikembangkan, konsep ini berpotensi menjadikan festival literasi sebagai ruang uji nyata bagi pendidikan untuk mengubah pengetahuan menjadi karya yang bermanfaat bagi masyarakat.