KKN UIN Walisongo Semarang Rampungkan Peta Dusun Dawung, Titik Penting Wilayah Kini Lebih Mudah Dikenali Warga dan Pendatang

Penulis: Irfan Hakim  •  Senin, 24 Agustus 2026 | 19:01:01 WIB
Mahasiswa KKN MIT Ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 16 merampungkan peta Dusun Dawung sebagai media informasi wilayah.

SEMARANG — Dusun Dawung kini memiliki peta wilayah yang disusun langsung oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT Ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 16. Peta tersebut dirancang sebagai media informasi untuk membantu masyarakat dan perangkat dusun mengenali lingkungan sekaligus memudahkan pendatang menemukan lokasi tertentu.

Proses penyusunan peta tidak dilakukan secara instan. Mahasiswa KKN mengawalinya dengan pengamatan lapangan untuk memetakan kondisi aktual wilayah, kemudian berkoordinasi dengan perangkat dusun guna memastikan data yang dikumpulkan akurat.

Pengecekan Lapangan dan Verifikasi Bersama Perangkat Dusun

Sejumlah lokasi dan titik penting dicantumkan sebagai penanda dalam peta. Agar hasilnya relevan, mahasiswa KKN melakukan pengecekan ulang bersama perangkat Dusun Dawung. Langkah ini ditempuh untuk memastikan informasi visual yang tersaji sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.

Kepala Dusun Dawung, Zamroni, menilai peta tersebut memiliki fungsi praktis, tidak hanya sebagai pajangan. Menurutnya, warga maupun pihak luar yang hendak berkunjung kini punya panduan awal untuk memahami tata letak wilayah Dawung.

"Dengan adanya peta ini, kami berharap masyarakat lebih mudah mengetahui wilayah Dusun Dawung. Ini juga bisa menjadi informasi bagi orang yang datang dari luar dusun untuk mengetahui lokasi-lokasi yang ada di Dawung," ujar Zamroni.

Zamroni juga mengapresiasi inisiatif mahasiswa yang terlibat langsung dalam penyediaan media informasi bagi dusun. Ia berharap hasil karya tersebut tetap memberikan manfaat bagi masyarakat setelah masa KKN berakhir.

"Kami berterima kasih kepada mahasiswa KKN yang sudah membantu membuat peta ini. Semoga hasilnya bisa dimanfaatkan dengan baik dan tetap berguna bagi masyarakat setelah mahasiswa KKN kembali," katanya.

Penandatanganan Peta sebagai Simbol Kolaborasi

Setelah proses penyusunan dan verifikasi selesai, Peta Dusun Dawung resmi ditandatangani oleh Kepala Dusun Dawung Zamroni bersama Koordinator Desa (Kordes) KKN MIT Ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 16, Aqil. Momen ini menjadi penanda bahwa informasi dalam peta telah disetujui dan sesuai dengan kondisi wilayah.

Koordinator Kominfo KKN MIT Ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 16, Ammar, menyebut program ini dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang. Meski terbilang sederhana, peta diharapkan terus dipakai warga setelah masa pengabdian selesai.

"Harapannya peta ini bisa membantu masyarakat dan perangkat dusun untuk melihat gambaran wilayah Dawung dengan lebih jelas. Meskipun sederhana, kami berharap hasilnya bisa bermanfaat dan tetap digunakan setelah KKN selesai," ujar Ammar.

Bagi mahasiswa, proses pembuatan peta menjadi pembelajaran dalam mengembangkan program berdasarkan kebutuhan masyarakat. Mereka tidak hanya menyusun media informasi, tetapi juga berlatih melakukan koordinasi, pengecekan lapangan, dan menyesuaikan hasil kerja dengan kondisi setempat.

Keberadaan peta ini diharapkan menjadi dokumentasi kondisi wilayah Dusun Dawung yang dapat diakses kapan pun. Dengan begitu, kontribusi mahasiswa KKN tidak berhenti pada akhir masa pengabdian, tetapi terus terpakai dalam aktivitas sehari-hari warga dan perangkat dusun.

Reporter: Irfan Hakim
Sumber: jatengnews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top