JAWA TENGAH — Boltt, yang selama ini dikenal lewat produk smartwatch, kini resmi melebarkan sayap ke industri ponsel melalui sub-brand baru. Dua perangkat perdana yang diluncurkan adalah Boltt Ace 5G dan Boltt Evo, keduanya hadir dengan fokus utama pada daya tahan baterai dan kebutuhan pengguna harian.
Kedua ponsel ditenagai oleh chipset buatan Unisoc. Meski bahan rilis tidak merinci nomor model prosesor yang digunakan, varian 5G pada Ace 5G menunjukkan dukungan jaringan generasi kelima.
Kapasitas RAM dan media penyimpanan internal belum diungkap dalam keterangan resmi yang beredar.
Boltt memberikan opsi warna yang cukup beragam untuk kedua modelnya. Ace 5G tersedia dalam enam pilihan warna: Arctic White, Burgundy Bliss, Forest Green, Lavender Bloom, Midnight Black, dan Sky Blue.
Sementara itu, Boltt Evo hadir dengan lima opsi warna, yaitu Arctic White, Berry Red, Lavender Bloom, Midnight Black, dan Sky Blue.
Kedua ponsel akan mulai dipasarkan di India pada 1 September mendatang. Kanal penjualan resmi untuk tahap awal adalah platform e-commerce Flipkart.
Hingga berita ini ditulis, belum ada informasi resmi mengenai harga jual Boltt Ace 5G dan Boltt Evo. Pihak perusahaan juga belum memberikan konfirmasi apakah kedua perangkat ini akan masuk ke pasar Indonesia.
Langkah Boltt masuk ke segmen ponsel terbilang berani di tengah persaingan ketat pasar entry-level India yang diisi merek seperti Xiaomi, Realme, dan Tecno. Keunggulan utama yang coba ditawarkan adalah kapasitas baterai 6.000 mAh, yang biasanya menjadi salah satu pertimbangan utama pembeli di kelas harga terjangkau.
Dengan mengusung konektivitas 5G pada varian Ace 5G, Boltt tampaknya ingin menarik pengguna muda yang mencari spesifikasi modern dengan anggaran terbatas.
Boltt Ace 5G dan Evo cocok untuk pengguna yang memprioritaskan daya tahan baterai di atas segalanya. Namun, calon pembeli sebaiknya menunggu informasi harga dan ketersediaan RAM untuk menilai nilai kompetitifnya dibandingkan pesaing sekelas.