JAWA TENGAH — Kabar ini disampaikan Apple melalui unggahan resmi di akun Instagram pada Rabu (26/8/2025). Dalam pengumuman tersebut, Apple hanya menuliskan "Hitung mundur menuju #AppleEvent telah dimulai. Saksikan pada tanggal 9 September," tanpa mengonfirmasi produk apa pun yang akan diluncurkan. Meski begitu, spekulasi di kalangan pengamat dan penggemar teknologi sudah mengerucut pada dua lini produk utama: penerus iPhone 17 Pro dan perangkat lipat perdana.
Bocoran dari MacRumors menyebutkan Apple akan mempertahankan desain iPhone 17 Pro pada generasi terbaru ini. Namun, ada sejumlah peningkatan signifikan yang disiapkan. Dynamic Island di bagian atas layar dikabarkan akan dibuat lebih kecil untuk memaksimalkan area tampilan.
Perubahan paling menarik justru berada di sektor kamera. iPhone 18 Pro disebut akan mengadopsi lensa Wide dengan teknologi variable aperture. Fitur ini memungkinkan pengguna mengatur bukaan lensa secara manual atau otomatis untuk mengontrol jumlah cahaya yang masuk, menghasilkan foto dengan pencahayaan lebih presisi di berbagai kondisi.
Dari sisi performa, kedua varian Pro akan ditenagai chip A20 generasi terbaru yang dibangun dengan arsitektur 2nm. Prosesor anyar ini diharapkan memberikan peningkatan efisiensi daya dan kecepatan komputasi yang signifikan dibanding pendahulunya.
Untuk model tertinggi, iPhone 18 Pro Max diprediksi memiliki bodi sedikit lebih tebal dari versi standar. Hal ini diduga kuat karena Apple menyematkan kapasitas baterai yang lebih besar untuk menunjang kebutuhan daya harian yang lebih lama.
Ada juga spekulasi bahwa fitur kamera eksklusif tertentu hanya akan tersedia di varian Pro Max, sebuah strategi yang kerap dipakai Apple untuk membedakan lini tertingginya. Selain itu, opsi warna baru bernama merah tua ceri (cherry red) dikabarkan akan melengkapi pilihan warna yang sudah ada.
Kabar paling hangat adalah kehadiran ponsel lipat pertama Apple. Perangkat ini diperkirakan membawa nama iPhone Ultra dan akan menjadi pesaing langsung Galaxy Z Fold series dari Samsung.
Menurut rumor yang beredar, iPhone Ultra akan memiliki layar berukuran sekitar 5,5 inci saat terlipat dan membentang hingga 7,8 inci saat terbuka. Rasio aspeknya disebut-sebut mirip dengan mode lanskap iPad mini, menjadikannya perangkat yang nyaman untuk multitasking dan konsumsi media.
Menariknya, ponsel lipat ini kabarnya akan menggunakan pemindai sidik jari Touch ID yang tertanam di tombol daya sebagai pengganti Face ID. Sistem kameranya juga lebih sederhana dengan hanya mengandalkan dua lensa di bagian belakang.
Soal harga, para pengamat memperkirakan kenaikan tarif sekitar US$100 (sekitar Rp 1,7 juta) hingga US$300 (sekitar Rp 5,3 juta) untuk kedua varian iPhone 18 Pro. Sebagai gambaran, harga iPhone 17 Pro saat ini dipatok mulai US$1.099 (sekitar Rp 19,5 juta), sementara iPhone 17 Pro Max dibanderol US$1.199 (sekitar Rp 21,3 juta).
Untuk iPhone Ultra, harganya diprediksi jauh lebih tinggi, berkisar antara US$2.000 (sekitar Rp 35,6 juta) hingga US$2.500 (sekitar Rp 44,5 juta). Angka ini sejalan dengan posisinya sebagai produk premium dengan teknologi layar lipat yang baru pertama kali diadopsi Apple.
Belum ada informasi resmi mengenai ketersediaan di pasar Indonesia. Namun, mengingat Apple belum memiliki toko fisik resmi di Tanah Air, pengguna biasanya harus menunggu beberapa bulan setelah perilisan global untuk mendapatkan unit via distributor resmi atau marketplace.
Jika rumor ini akurat, iPhone 18 Pro Series akan menjadi pilihan tepat bagi pengguna yang menginginkan upgrade kamera dan performa paling mutakhir. Sementara itu, iPhone Ultra menyasar pengguna yang menginginkan produktivitas layar besar dalam saku, meski harus merogoh kocek lebih dalam.