BPR BKK Jateng Siapkan Pembiayaan Rp50 Miliar untuk 1.000 Calon PMI Program SMK Go Global

Penulis: Faizal Ramadhan  •  Jumat, 28 Agustus 2026 | 15:14:31 WIB
Direktur Utama BPR BKK Jateng, Rudy Wahyu Triyanto, menyiapkan pembiayaan Rp50 miliar bagi 1.000 calon PMI dalam program SMK Go Global di Semarang.

SEMARANG — Langkah ini diambil untuk memastikan aspek biaya persiapan hingga pemberangkatan tidak menjadi penghalang bagi lulusan SMK yang ingin bekerja di luar negeri. Program SMK Go Global sendiri menargetkan 6.800 peserta dari berbagai daerah di Jawa Tengah.

Skema Pembiayaan dan Jangkauan Layanan

Direktur Utama BPR BKK Jateng, Rudy Wahyu Triyanto, menyatakan bahwa pembiayaan diberikan dengan skema yang mudah, cepat, dan terjangkau. Pihaknya tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran dana agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kami ingin memastikan bahwa keterbatasan pembiayaan tidak menjadi hambatan bagi generasi muda Jawa Tengah untuk meningkatkan kompetensi dan mewujudkan peluang kerja di luar negeri. Dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, kami siap memberikan layanan pembiayaan yang mudah, terjangkau, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Rudy.

Selain kredit, BPR BKK Jateng juga menyiapkan layanan pendukung berupa pembukaan tabungan serta edukasi dan literasi perbankan bagi para calon PMI. Layanan ini dapat diakses melalui jaringan kantor yang tersebar di hampir seluruh kecamatan se-Jawa Tengah, sehingga memudahkan peserta dari daerah terpencil.

Negara Tujuan dan Persiapan Peserta

Para peserta SMK Go Global dipersiapkan untuk mengisi peluang kerja di sejumlah negara, antara lain Jepang, Taiwan, Korea Selatan, Jerman, Australia, dan Malaysia. Proses persiapan mencakup pelatihan kompetensi dan pemenuhan administrasi yang membutuhkan biaya tidak sedikit.

Dukungan permodalan dari BPR BKK Jateng diharapkan mampu menutup kebutuhan finansial tersebut. Dengan begitu, peserta dapat fokus pada peningkatan keterampilan sebelum ditempatkan di perusahaan mitra di luar negeri.

Sinergi dengan Pemerintah Pusat

Rapat koordinasi dengan KP2MI di Jakarta menjadi titik awal penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan BUMD Jawa Tengah. Rudy menambahkan, koordinasi akan terus diperkuat untuk memastikan pelaksanaan program berjalan lancar hingga tahap penempatan.

“Melalui pembiayaan PMI, kami ingin turut mendorong generasi muda Jawa Tengah menjadi tenaga kerja yang kompeten, profesional, berdaya saing global, sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan diri dan keluarganya,” imbuh Rudy.

Kehadiran BPR BKK Jateng dalam ekosistem ini diharapkan tidak hanya berhenti pada aspek finansial, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan daerah melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Reporter: Faizal Ramadhan
Sumber: indoraya.news This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top