Atlanta Elektronik Semarang Perkuat Ritel Setelah 30 Tahun Bertahan, Layanan Purnajual Jadi Andalan

Penulis: Faizal Ramadhan  •  Jumat, 28 Agustus 2026 | 15:17:01 WIB
Suasana Re-Grand Opening Atlanta Elektronik MT Haryono di Semarang, Jumat (28/8/2026).

SEMARANG — Perjalanan panjang Atlanta Elektronik sejak 1995 menjadi modal utama perusahaan untuk membaca perubahan perilaku konsumen. Setelah sempat menghadapi dinamika pasar yang keras, ritel kini kembali menjadi tulang punggung bisnis perusahaan yang bermarkas di Semarang, Jawa Tengah itu.

Santoso Kurniadi, Owner Atlanta Elektronik, mengakui tantangan industri saat ini jauh berbeda dibandingkan era awal usahanya berdiri. Persaingan harga, perubahan teknologi, hingga munculnya platform belanja daring memaksa perusahaan untuk tidak hanya mengandalkan volume penjualan.

“Sekarang tantangannya berbeda. Kami tidak bisa lagi hanya mengandalkan penjualan dalam jumlah besar, tetapi harus melihat kebutuhan konsumen dan menjaga hubungan dengan para mitra,” katanya dalam acara Re-Grand Opening Atlanta Elektronik MT Haryono, Jumat (28/8/2026).

Harga Online Lebih Murah? Ini Jawaban Atlanta

Santoso menyadari bahwa konsumen kerap membandingkan harga produk di toko fisik dengan platform daring. Namun, ia menegaskan bahwa nilai sebuah pembelian tidak hanya ditentukan oleh angka di label harga.

“Kalau ada konsumen mengatakan harga online lebih murah, kami harus menjelaskan bahwa konsumen juga perlu melihat tipe barang dan layanan yang didapat. Ketika barang bermasalah setelah dibawa pulang, mereka membutuhkan tempat untuk mendapatkan solusi,” ujarnya.

Oleh karena itu, pengalaman berbelanja dan kemampuan staf memberikan informasi yang tepat menjadi nilai jual yang terus diperkuat. Layanan purnajual dianggap sebagai pembeda utama antara ritel konvensional dan kanal digital.

Dukungan Brand Besar untuk Ritel Lokal

Kekuatan Atlanta dalam mempertahankan bisnisnya juga terlihat dari panjangnya relasi dengan sejumlah merek elektronik nasional maupun internasional. Hubungan ini tidak terbentuk dalam waktu singkat, melainkan melalui kepercayaan yang dibangun lintas generasi.

Tekno Wibowo, Direktur PT Hartono Istana Teknologi, menyebut Polytron telah bermitra dengan Atlanta sejak 1986. Produk yang dipasarkan pun beragam, mulai dari televisi, kulkas, mesin cuci, hingga motor listrik dan mobil.

Kenny Kwe, CEO PT Akari Indonesia, bahkan mengungkapkan kerja sama dengan keluarga Santoso telah berlangsung sejak 1970. Produk Philips seperti water heater dan AC menjadi bagian dari perjalanan panjang tersebut.

Dukungan serupa datang dari LG Electronics. Erwan Zheng, Sales Director PT LG Electronics Indonesia, menilai kemampuan Atlanta bertahan lebih dari tiga dekade merupakan pencapaian luar biasa di tengah perubahan pasar yang cepat.

Optimisme Menuju Satu Abad Atlanta

Semangat serupa disampaikan Praryadi Slamet, Retail Head Director PT Samsung Electronics Indonesia. Ia berharap Atlanta tidak berhenti di usia 30 tahun, melainkan mampu terus tumbuh seiring perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI) yang mulai memengaruhi pola konsumsi masyarakat.

“Kami yakin bersama Atlanta dan seluruh mitra elektronik, kita bisa maju dan berkembang bersama. Harapannya Atlanta bukan hanya bertahan 30 tahun, tetapi bisa terus berkembang hingga 100 tahun ke depan,” katanya.

Di sisi lain, Siswo Handoyo, Managing Director PT Niko Elektronik Indonesia, menyebut hubungan bisnis dengan keluarga Santoso telah berlanjut ke generasi kedua. Ia bangga merek lokal NIKO dapat berdampingan dengan brand internasional di gerai Atlanta.

“Ini hubungan bisnis yang sudah diteruskan ke generasi kedua. Saya bangga brand lokal NIKO bisa hadir berdampingan dengan brand internasional maupun lokal lainnya di Atlanta,” ujarnya.

Andry Adi Utomo, Senior GM Nasional Sales & Marketing PT Sharp Electronics Indonesia, menambahkan bahwa seluruh pelaku industri harus mampu beradaptasi dengan regulasi dan kondisi pasar. Hal ini menjadi kunci agar bisnis tetap bertahan dan memberikan kontribusi kepada masyarakat.

Robert Widjaja, CEO PT Kreasi Arduo Indonesia, turut menyatakan komitmennya untuk tumbuh bersama Atlanta. Artugo menghadirkan produk dengan karakter berbeda, seperti freezer dengan pilihan warna dan kompor berbahan material batu, sebagai strategi diferensiasi di pasar.

“Kami akan terus memperkuat kerja sama dengan Atlanta. Harapannya Artugo bisa tumbuh bersama Atlanta,” katanya.

Reporter: Faizal Ramadhan
Sumber: jatengpos.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top