SEMARANG — Akhir pekan di ibu kota Jawa Tengah ini diprediksi berlangsung cerah, tetapi sengatan matahari siang hari patut diwaspadai. Suhu maksimum diperkirakan menembus 33 derajat Celcius dengan tingkat radiasi ultraviolet (UV) yang masuk kategori sangat tinggi.
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), peluang hujan pada hari ini sangat kecil, hanya sekitar 10 persen. Kondisi ini membuat aktivitas di luar ruangan seperti bersepeda atau berkumpul bersama keluarga tetap nyaman dilakukan, selama terlindung dari paparan sinar matahari langsung.
Pada pagi hari sekitar pukul 07.00 hingga 10.00 WIB, langit Semarang terpantau berawan tebal hingga berawan sebagian. Suhu udara berangsur naik dari 26 derajat Celcius menuju 32 derajat Celcius menjelang siang.
Memasuki tengah hari, cuaca berubah drastis menjadi cerah murni. Indeks UV berada di skala 9 yang berarti risiko bahaya tinggi bagi kulit jika tidak dilindungi. Suhu maksimum harian diprediksi mencapai 33 derajat Celcius pada rentang pukul 11.00 hingga 15.00 WIB.
Memasuki malam hari, langit kembali cerah berawan dengan suhu yang perlahan turun ke kisaran 26 hingga 28 derajat Celcius.
Untuk kawasan Pantura dan dataran rendah seperti Demak, Kudus, Pati, Solo, dan Jepara, cuaca diprediksi dominan cerah sepanjang hari. Kondisi ini cocok untuk agenda jalan-jalan atau wisata kuliner di luar ruangan.
Berbeda dengan wilayah pegunungan tengah dan barat seperti Purwokerto, Banjarnegara, Wonosobo, dan Temanggung. Kawasan ini akan disambut kondisi berawan dengan suhu udara yang terasa jauh lebih sejuk, menjadi pilihan tepat bagi warga yang ingin melepas penat dari panasnya perkotaan.
Warga dan pengguna jalan di Pesisir Utara Jawa Tengah wajib waspada terhadap potensi banjir rob. BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait pasang air laut maksimum yang diprediksi meluap pada pagi ini pukul 05.00 hingga 08.00 WIB.
Genangan akibat pasang air laut ini berpotensi mengganggu aktivitas transportasi di sekitar pelabuhan dan ruas jalan pesisir. Pengendara disarankan memantau kondisi jalan terlebih dahulu untuk menghindari kemacetan imbas genangan air.
Embusan angin di daratan terpantau bergerak dari arah Timur Laut ke Barat Daya dengan kecepatan berkisar 5 hingga 20 kilometer per jam. Kondisi angin yang relatif tenang ini tidak berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat.
Mengingat tingginya indeks UV pada siang hari, penggunaan tabir surya menjadi keharusan bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan agar kulit tidak terbakar. Perhatikan juga asupan cairan tubuh untuk mencegah dehidrasi selama cuaca terik berlangsung.